METRO PADANG

Gubernur Usulkan Anti Korupsi masuk Kurikulum Mulok

×

Gubernur Usulkan Anti Korupsi masuk Kurikulum Mulok

Sebarkan artikel ini
ROADSHOW BUS KPK— Gubernur Sumbar Mahyeldi saat membuka kegiatan Roadshow Bus KPK, di kantor Gubernur Sumbar, beberapa waktu lalu. Gubernur berencana akan memasukkan materi antikoruspi dalam materi pelajaran di sekolah.

SUDIRMAN, METRO–Gubernur Mahyeldi Ansharullah, mengatakan bahwa Pemprov Sumbar akan mengupayakan materi edukasi antikorupsi bisa masuk kurikulum se­kolah melalui mata pelajaran (mapel) muatan lokal (mulok).

“Edukasi tentang antikorupsi ini penting untuk menciptakan Sumatera Barat bebas korupsi karena itu kita upayakan bisa masuk kurikulum sekolah melalui muatan lokal,” kata gubernur, Minggu (15/10).

Ia mengatakan landasan hukum mata pelajaran muatan lokal di Sumbar sudah ada, yaitu berupa Peraturan Gubernur. Rencananya, da­lam mata pelajaran muatan lokal itu akan diajarkan tentang adat dan budaya Minangkabau. Namun tidak tertutup kemungkinan untuk menambahkan materi antikorupsi.

Baca Juga  Danlantamal Kukuhkan Jabatan Kadispen

“Ini untuk memupuk budaya antikorupsi di Sumbar sejak dini agar nanti semua program bisa berjalan sesuai aturan dan bebas dari perilaku koruptif,” ujarnya.

Selain itu, ia meminta OPD terkait untuk mengadopsi Program Roadshow Bus KPK yang merupakan program edukasi antikorupsi KPK.

Ia menyebutkan sejumlah OPD di Sumbar memiliki fasilitas bus dan mobil yang dimanfaatkan untuk berbagai program ke daerah-daerah. Bus dan mobil itu bisa dimanfaatkan untuk “roadshow” edukasi antikorupsi.

“Di Sumbar ada sekitar 50 orang relawan antikorupsi yang bisa dikolaborasikan perannya dengan program edukasi dari pemprov,” katanya.

Baca Juga  Sukses di DPR RI, Perantau Minta Andre Rosiade jadi Gubernur Sumbar

Sementara itu, Direktur Sosialisasi dan Kampanye Anti Korupsi KPK Amir Arif mengatakan edukasi antikorupsi penting untuk dilakukan karena pada dasarnya tidak ada organisasi, lembaga hingga pemerintah yang bebas dari potensi korupsi. “Semuanya berpotensi untuk korupsi karena itu perlu antisipasi dengan edukasi,” katanya.

Ia mengatakan “Roadshow” Bus KPK merupakan salah satu program dalam rangka edukasi tersebut. (fan)