METRO SUMBAR

Gerakkan Ekonomi, Pererat Silaturahmi Antar Keluarga, Jalur Alahan Panjang-Bayang Sudah Ramai Dilewati Pengendara

×

Gerakkan Ekonomi, Pererat Silaturahmi Antar Keluarga, Jalur Alahan Panjang-Bayang Sudah Ramai Dilewati Pengendara

Sebarkan artikel ini
JEMBATAN PANEL—Salah satu jembatan panel yang menghubungkan jalur Alahan Panjang Kabupaten Solok dengan Bayang Kabupaten Pessel.

PADANG, METRO–Meski belum sepenuhnya rampung, namun akses jalan yang menghu­bungkan Alahan Panjang  Kabupaten Solok menuju Bayang Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) sudah ba­nyak dilewati masyarakat yang menggunakan kendaraan roda dua dan empat. Saat menelusuri jalan alternatif ini, terlihat kondisi jalan alternatif tersebut beberapa ruas terlihat su­dah mulus. Sejumlah jembatan panel sementara sudah dibangun pada bagian jalan yang di bawahnya melewati aliran sungai-sungai kecil dengan air yang jernih. Di sekeliling jalan, pengendara dimanjakan dengan pemanda­ngan alam yang alami dan udaranya yang sejuk.

Di bagian ujung jalan dekat perbatasan Bayang masih ada akses jalan yang belum diaspal. Namun, tidak terlalu panjang. Meski demikian, sudah ba­nyak kendaraan dari Bayang ke Alahan Panjang atau sebaliknya yang melewati jalur tersebut. Apa­lagi di hari Sabtu dan Minggu, jalur tersebut cukup ramai dilewati.

Salah seorang pengendara, Firdaus bersama istrinya mengungkapkan, dirinya berasal dari Pancuang Taba Kecamatan Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) baru saja kembali dari Kabupaten Solok.

Dirinya bersama istrinya menggunakan se­peda motor dari Bayang Utara, pergi ke Kabupaten Solok ingin menemui kakaknya. Pria berkumis itu mengaku, dulunya sebelum adanya jalur alternatif ini, dirinya pergi ke rumah kakaknya harus lewat Kota Padang. Dari Bayang Pessel menuju Padang hingga ke Kabupaten Solok menempuh perjalanan sampai 5 jam.

Baca Juga  HUT Lantas Bhayangkara ke-64, Dalam Kabut, Polisi Bagi-bagi Masker

Sekarang dengan melewati jalur alternatif ini ha­nya menempuh perjalanan 3,5 jam. Pria yang bekerja berladang cabai ini me­ngakui, jalur alternatif yang telah berfungsi bisa dilalui kendaraan di era Gubernur Sumbar,Mahyeldi Ansharullah ini sangat membantu masyarakat.

“Sayur segar dari Kabupaten Solok juga sudah masuk ke Bayang melalui jalur ini. Termasuk juga ikan segar dari Pesisir Selatan juga sudah masuk ke Solok lewat jalur ini,” ungkap pria baru saja membeli alat penyemprot hama di Kabupaten Solok ini.

Tidak hanya itu, jalur ini juga memberikan manfaat untuk silaturahmi antar keluarga seperti dirinya yang menemui kakaknya di Ka­bupaten Solok. Keluarga dari Bayang bisa ketemu keluarganya di Alahan Pan­jang lewat jalur ini untuk silaturahmi. “Jadi tidak hanya aktivitas ekonomi. Jalur ini juga memperkuat silaturahmi antar keluarga yang jauh,” ungkapnya.

Pengendara lainnya, Resti yang melewati jalur ini menggunakan kenda­raan roda dua mengaku dirinya lewat jalur ini dari Painan ingin liburan ke Kabupaten Solok. Apalagi jalur ini menuju Alahan Panjang yang memiliki pemandangan kebun teh yang indah.  “Lewat jalur ini mempercepat waktu dan memudahkan akses. Saya tinggal ke Painan pergi ke Solok pergi main-main dan jalan-jalan saja,” ung­kapnya.

Baca Juga  Richi Aprian Imbau Masyarakat Tak Buang Sampah ke Sungai

Resti mengaku pertama kali lewat jalur ini. Selama ini ke Solok lewat Pa­dang memakan waktu tiga sampai empat jam. “Dulu pernah ke sini tapi tidak sampai ke Alahan Panjang. Saya lewat jalur setelah mendapat informasi dari masyarakat jalan ini dibuka sejak tahun 2022,” ung­kap perempuan yang be­kerja sambil kuliah di Universitas Terbuka (UT) ini.

Seperti diketahui, progres pengerjaan jalan se­panjang 44,9 kilometer yang menghubungkan dua kabupaten di Sumbar itu, saat ini telah bisa dilalui kendaraan.  Namun, masih ada beberapa kilometer lagi yang belum diaspal, tapi sudah dilakukan pe­ngerasan. Di jalur ini masih terdapat lima unit jembatan yang belum permanen yakni masih jembatan panel. Kendati de­mikian, kondisi jalan itu, sudah bisa dilalui kendaraan. (fan)