SOLOK, METRO— Lumpur, pasir, batu, dan air bah menyisakan jejak kerusakan di sejumlah kawasan Kabupaten Solok. Di tengah upaya warga membersihkan sisa material bencana dan kembali menjalankan aktivitas, dukungan menjadi bagian penting dalam proses pemulihan. Kepedulian itu hadir dari berbagai pihak, termasuk PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat (UID Sumbar) yang menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak galodo.
Bencana galodo terjadi pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.30 WIB setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Kabupaten Solok sejak sore. Kondisi tersebut menyebabkan debit air di sejumlah aliran sungai meningkat. Material longsoran dari kawasan perbukitan di bagian hulu Sungai Batang Laso kemudian terbawa arus hingga menerjang kawasan Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok di Arosuka.
Luapan material bencana juga mencapai badan Jalan Raya Solok-Padang di sekitar kawasan Kantor Bupati Solok. Lumpur dan material longsoran yang terbawa arus meninggalkan dampak pada lingkungan dan aktivitas masyarakat. Bagi warga yang terdampak, proses pemulihan tidak berhenti setelah air surut, tetapi berlanjut dengan membersihkan lingkungan, memenuhi kebutuhan sehari-hari, serta perlahan menata kembali kehidupan.
Dalam kondisi tersebut, PLN UID Sumbar turut mengambil bagian dalam upaya meringankan beban masyarakat. Pada Jumat (25/9), bantuan diserahkan di Kabupaten Solok sebagai bentuk kepedulian PLN kepada masyarakat yang tengah menghadapi masa pemulihan pascagalodo.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Sumbar, Bambang Santoso, dan diterima oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Masheri Yanda Boy, bersama Asisten III Kabupaten Solok, Eva Nasri, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Solok, Mardaus, untuk selanjutnya disampaikan kepada masyarakat yang terdampak bencana.
Bantuan yang disalurkan meliputi bahan makanan, perlengkapan kebersihan, serta perlengkapan yang dibutuhkan untuk mendukung operasional dapur umum. Berbagai kebutuhan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat selama menjalani masa pemulihan setelah bencana.
General Manager PLN UID Sumbar Ririn Rachmawardini menyampaikan bahwa kehadiran PLN di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan dalam menjaga keandalan kelistrikan, tetapi juga melalui kepedulian terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya ketika menghadapi situasi yang membutuhkan dukungan bersama.
“Ketika masyarakat menghadapi musibah, yang mereka butuhkan bukan hanya bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dukungan dan keyakinan bahwa mereka tidak menghadapi masa sulit ini sendirian. Karena itu, PLN berupaya hadir memberikan dukungan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terdampak,” ujar Ririn.
Menurut Ririn, pemulihan setelah bencana membutuhkan waktu serta kolaborasi berbagai pihak. Bantuan yang diberikan PLN diharapkan dapat menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan semangat bagi warga untuk kembali menjalankan aktivitas secara bertahap.
“Kami memahami bahwa bantuan ini tidak serta-merta menghilangkan seluruh dampak yang ditimbulkan bencana. Namun, kami berharap dukungan yang diberikan dapat sedikit meringankan beban masyarakat dan menjadi penyemangat bagi warga untuk kembali bangkit. Bagi PLN, kepedulian seperti ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Bagi masyarakat yang terdampak, dukungan yang hadir di tengah kondisi sulit memiliki arti tersendiri. Ita, salah seorang warga, menyampaikan rasa haru sekaligus terima kasih atas bantuan yang diberikan PLN UID Sumbar.
“Saya sangat terharu dan berterima kasih atas bantuan yang diberikan PLN. Di tengah kondisi seperti ini, bantuan berupa makanan, perlengkapan kebersihan, dan kebutuhan lainnya sangat berarti bagi kami. Terima kasih PLN sudah peduli dan datang membantu masyarakat yang sedang menghadapi musibah,” ungkap Ita. (*)






