JAKARTA, METRO–Seorang Doktor di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI), yang dapat mendeteksi kerusakan jalan secara otomatis dan real-time.
Hani’ah Mahmudah, doktor lulusan program studi S3 Departemen Teknik Fisika (DTF) ITS, menyebut Inovasinya sebagai solusi atas inspeksi jalan konvensional yang lambat dan tidak efisien.
Hani’ah menyebut bahwa inovasi ini berawal dari keresahannya terhadap kondisi jalan rusak yang penanganannya lama dan mahal.
Kondisi itu mendorong dia untuk mengembangkan teknologi yang dapat mempercepat proses tersebut.
“Optimasi pendeteksi yang digunakan ini berbasis AI (kecerdasan buatan) untuk mempercepat pengambilan data secara tepat waktu,” tutur perempuan asal Tulungagung tersebut di Surabaya, Selasa (14/4).
Dengan metodologi optimasi dari AI dan kombinasi metode penarikan inferensi sistem yang tinggi, perangkat yang ditawarkan bisa mendeteksi kerusakan jalan secara akurat, dibanding proses inspeksi konvensional.
Data jalan dikumpulkan melalui foto atau video menggunakan sensor visual untuk mendeteksi kerusakan seperti lubang, lalu diolah dengan model CNN dan iYOLOv7-TPE-SS agar identifikasi objek lebih akurat.
Hasil analisis diproses menggunakan platform AI NVIDIA AGX Orin, menghasilkan data kerusakan jalan yang dapat ditindaklanjuti, sekaligus meningkatkan efisiensi biaya pemeliharaan serta keselamatan pengguna jalan.
“Inspeksi jalan yang lebih cepat dan objektif dengan AI juga mendukung terciptanya smart city dan Internet of Vehicles (IoV). Penelitian ini sudah saya lakukan sebelum mengambil program doktoral,” imbuh Hani’ah.
Hani’ah didampingi promotor dan co-promotor dari ITS menunjukkan inovasi sistematis dalam risetnya, sekaligus menegaskan capaian akademik yang luar biasa selama menempuh studi doktoral di kampus tersebut.
Selama masa studinya, ia berhasil mempublikasikan sejumlah karya ilmiah, dengan tujuh dari sembilan artikel terbit di IEEE, membahas machine learning dan digital signal processing secara mendalam.
Penelitian ini juga mendukung pencapaian SDGs ITS, khususnya pendidikan berkualitas, inovasi infrastruktur, serta kota berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kerja sama pengembangan teknologi di masa depan. (jpg)






