BERITA UTAMA

Diterjang Badai Hujan, Rumah dan Sekolah Rusak Parah Ditimpa Pohon

×

Diterjang Badai Hujan, Rumah dan Sekolah Rusak Parah Ditimpa Pohon

Sebarkan artikel ini

PAYAKUMBUH, METRO – Hujan disertai badai yang melanda Kota Payakumbuh sejak Minggu sore (28/7) mengakibatkan pohon-pohon bertumbangan dan menimpa rumah warga, sekolah dan jalan utama. Bahkan, atap rumah dan kubah masjid di komplek sekolah Makhad Jalan Sukarno Hatta bertebangan.
Tiga lokal sekolah MAN 2 Payakumbuh, di Tanjung Gadang, Sungai Pinago, Kecamatan Payakumbuh Barat, paling parah akibat ditimpa pohon durian yang tumbang. Akibatnya, proses belajar mengajar terpaksa di pindah ke ruang aula, labor dan musholla sekolah.
“Untuk sementara, sebanyak 100 siswa kegiatan belajarnya kami alihkan ke labor, aula, dan musala. Karena ini ruang belajar tentu perlu gerak cepat untuk menanggulanginya. Untuk kerugian tiga lokal kita ditaksir mencapai 300 juta. Ketika kejadian memang masih ada siswa yang sedang belajar di lokal sebelahnya dan beruntung tidak mengenai siswa kami,” ungkap Kepala Sekolah MAN 2 Payakumbuh, Alex Sandra, Senin (29/7) kepada Wartawan.
Salah seorang masyarakat di Kelurahan Paritrantang, Kecamatan Payakumbuh Barat, yang rumahnya roboh akibat ditimpa pohon kelapa, Rahmadani mengaku kaget, cemas dan khawatir. Dia bersyukur seluruh anggota kelurganya selamat dari peristiwa itu.
“Saya baru saja keluar dari kamar untuk melihat anak mandi di halaman rumah. Baru saja sampai di pintu depan, pohon kelapa langsung menimpa rumah saya dan tepat mengeni kamar yang baru saja saya tinggalkan. Atap rumah ambruk dan buah pohon kelapa masuk dalam kamar saya, semuanya hancur,” kata Rahmadani.
Rahmadani mengaku harus menginap dirumah tetangga sebelah, akibat rumahnya hancur ditimpa pohon kelapa dan air hujan yang deras sore itu telah menggenangi seisi rumah. “Saya terpaksa ngungsi di rumah tetangga sebelah, karena tidak bisa lagi ditempati,” sebutnya di hadapan Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kota Payakumbuh, Andenitral.
Ibu rumah tangga ini menyebut masih sangat khawatir dan cemas mengingat masih ada 5 batang pohon kelapa lagi disamping rumahnya dalam kebun milik tetangganya. Namun dirinya tidak tau harus bagaimana. Yang pasti ibu muda ini saat hujan, apalagi disertai angin kencang sudah dihantui rasa takut.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Payakumbuh, Atrimon, menyebut ada sebanyak 12 titik bencana di Kecamatan Payakumbuh Barat. Dari titik-titik bencana itu, rata-rata pohon tumbang menimpa sekolah, rumah dan badan jalan. Kemudian akibat hujan badai juga atap rumah warga juga berterbangan termasuk kubah masjid.
“Kita menaksir kerugian ratusan juta rupiah. Sore itu juga Tim Reaksi Cepat (TRC) yang terdiri dari personel BPBD, Satpol PP, Damkar, LH, PU dan OPD Payakumbuh bertindak cepat mendatangi lokasi-lokasi bencana untuk mengevakuasi pohon-pohon yang bertumbangan,” sebutnya disela-sela pembersihan pohon tumbang dirumah warga.
Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Tunaz yang langsung turun melakukan evakuasi pohon tumbang di MAN 2 Payakumbuh mengungkapkan pihaknya akan melakukan evaluasi penanganan terhadap pohon-pohon yang besar dan tua di Payakumbuh
“Ke depan, untuk mengantisipasi banyaknya pohon yang tumbang, Pemko Payakumbuh juga bakal menata kembali pohon-pohon yang ada di Kota Payakumbuh terutama yang berada di jalan-jalan utama. Perlu ditelaah oleh Dinas LH dengan bijaksana. Perlu langkah antisipasi, mana pohon yang tidak layak lagi dan segera diremajakan. Kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada terhadap kemungkinan musibah yang bisa terjadi kapan saja,” tutur Erwin. (us)

Baca Juga  Mayat Mr X Mengambang di Batang Sinamar, Dompetnya Berisi Foto, Katru Brizzi dan Uang Rp 5 Ribu, Jasadnya Mulai Membusuk, Diduga Tiga Hari Hanyut