PADANG, METRO —Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang bergerak cepat merespons keluhan warga terkait ancaman banjir. Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri, meninjau langsung lokasi rencana pengerjaan drainase di Kompleks Pagambiran Permai RW 10, Kelurahan Pagambiran Ampalu Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kamis (9/7).
Peninjauan lapangan ini dilakukan guna memastikan kondisi geografis dan tata letak saluran air. Langkah tersebut krusial dilakukan demi mempermudah serta mempercepat proses pengerukan dan pelebaran drainase yang dijadwalkan mulai berjalan pekan depan.
“Kami turun langsung ke lapangan untuk mematangkan rencana pelebaran drainase dan perbaikan saluran air seiring adanya permintaan dari masyarakat Pagambiran Permai dan sekitarnya,” ujar Malvi Hendri, Jumat (10/7).
Malvi memaparkan bahwa langkah ini merupakan tindak lanjut konkret dari bencana banjir yang sempat merendam kawasan Arai Pinang pada Sabtu lalu. Saat ini, tim teknis Dinas PUPR telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pengerukan sedimen secara bertahap, dimulai dari saluran di sepanjang jalan utama hingga masuk ke kawasan permukiman RW 10.
Kondisi saluran air di wilayah tersebut memang sudah sangat mendesak untuk dibenahi. Setiap kali curah hujan tinggi, warga sekitar selalu diselimuti rasa cemas. Luapan Sungai Batang Jirak tidak hanya merendam rumah warga akibat pendangkalan dan penyumbatan oleh rumput liar, tetapi juga membawa ancaman keselamatan yang nyata.
“Berdasarkan laporan dari warga, luapan air sungai kerap membuat binatang melata seperti ular ikut masuk ke dalam rumah. Ini jelas membahayakan keselamatan masyarakat,” tambah Malvi.
Melalui normalisasi ini, Pemko Padang menargetkan persentase dan titik genangan banjir di wilayah terdampak dapat berkurang drastis dibandingkan kondisi sebelumnya.
Sebelum alat berat diturunkan, Dinas PUPR telah berkoordinasi secara intensif dengan camat dan lurah setempat untuk melakukan sosialisasi kepada warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai. Malvi menekankan pentingnya dukungan dan fasilitas dari masyarakat agar proyek ini berjalan lancar.
“Jika proses awal ini difasilitasi dengan baik oleh warga, ke depan kami bisa melakukan penanganan permanen. Targetnya adalah menyelesaikan permasalahan banjir ini secara tuntas, sejalan dengan program unggulan Walikota Padang dalam penanggulangan banjir,” jelasnya.
Terkait keberadaan fasilitas umum atau lahan masyarakat yang kemungkinan terdampak oleh proyek pelebaran, Malvi mengimbau warga tidak perlu cemas. Selama lahan atau fasilitas tersebut tidak dipergunakan untuk kepentingan komersial pribadi, koordinasi lanjutan akan dilakukan secara persuasif melalui pihak kecamatan dan kelurahan. Pemerintah berkomitmen mencari solusi terbaik agar aktivitas harian warga tetap terfasilitasi dan disesuaikan di lapangan.
“Mengenai dimensi saluran, pengerukan sedimen secara berkala, hingga strategi penanganan jangka panjangnya akan terus kami matangkan agar kapasitas tampung air di kawasan ini benar-benar ideal saat cuaca ekstrem melanda,” pungkas Malvi. (ped)






