TANAHDATAR, METRO— Nasib tragis dialami seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun yang berasal dari Simpang Gunung, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padangpanjang Timur, Kota Padangpanjang.
Pasalnya, ia ditemukan tewas akibat tenggelam saat mandi-mandi bersama temannya di Danau Singkarak, tepatnya di kawasan Tangah XX Padang Laweh Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Kabupaten Tanah Datar, pada Senin (23/3) sekitar pukul 17.10 WIB.
Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik mengatakan, laporan terkait adanya anak hilang tenggelam di Danau Singkarak, pertama kali diterima dari Camat Batipuh Selatan, Muhammad Assa’ad, sekitar pukul 13.10 WIB.
“Menurut laporan, Fauzan tenggelam saat bermain dan mandi-mandi di tepi danau sekitar pukul 12.30 WIB. Menanggapi laporan tersebut, enam personel Tim Rescue Unit Siaga SAR Tanahdatar diberangkatkan menuju lokasi pada pukul 13.30 WIB,” ungkap Abdul Malik, Selasa (24/3).
Menurut Abdul Malik, jarak dari pos ke lokasi diperkirakan sekitar 50 kilometer dengan waktu tempuh sekitar satu jam. Tim SAR tiba di lokasi pada pukul 15.50 WIB dan langsung melakukan pencarian bersama unsur SAR lainnya.
“Setelah dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan pada pukul 17.10 WIB dalam kondisi sudah tidak bernyawa. Korban berhasil ditemukan di titik yang sebelumnya dicurigai di perairan menggunakan metode pencarian dengan jaring,” jelas Abdul Malik.
Selanjutnya, kata Abdul Malik, jenazah korban dievakuasi ke RSUD Padangpanjang pada pukul 17.15 WIB. Operasi SAR resmi ditutup setelah debriefing pada pukul 17.25 WIB, dan seluruh tim kembali ke satuan masing-masing.
“Operasi pencarian melibatkan berbagai pihak, termasuk Basarnas, BPBD, Brimob, Polsek Batipuh Selatan, Koramil Batipuh, Puskesmas Batipuh, Potensi SAR Padang Panjang, serta warga sekitar,” ujar Abdul Malik.
Abdul Malik menambahkan, dalam proses evakuasi, tim menggunakan sejumlah peralatan seperti rescue car, perahu karet (LCR), alat komunikasi, pelampung (life jacket), serta perlengkapan medis.
“Kami menekankan agar orang tua selalu meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di area perairan, untuk mencegah kejadian serupa terjadi lagi,” tegas dia.
Sementara itu, Koordinator Unit Siaga SAR Tanahdatar, Juni Fiwalman, menyebutkan korban sebelumnya ikut pamannya ke pinggir Danau Singkarak untuk menambang pasir dan kerikil sisa banjir bandang.
“Korban ini bersama anak-anak lainnya dibawa ke sana oleh paman korban ke lokasi. Material tersebut ditumpuk di tepi danau, sementara korban mandi-mandi di sekitar lokasi hingga akhirnya tenggelam,” tukasnya. (*)






