PADANG, METRO—Detasmen Khusu (Densus) 88 Antiteror Polri b ersama Polda Sumbarerus mendalami kasus ledakan yang terjadi di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3, Kelurahan Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Selasa (14/7) sekitar pukul 11.30 WIB. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab ledakan, motif, serta asal-usul barang yang diduga merupakan bom rakitan.
Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri, Kombes Pol Mayndra Eka Wardhana mengatakan, barang-barang tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan sekolah. Temuan itu kemudian dilaporkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti.
“Dari pemeriksaan awal, petugas mengamankan sejumlah barang, antara lain kotak hitam, tas hitam, telepon genggam, petasan, pisau, anak panah, kelereng, baut, dan beberapa barang lainnya,” kata Mayndra dalam keterangan tertulis, Selasa (14/7).
Usai menerima laporan, kata Kombes Pol Mayndra menyebut pihaknya melakukan penanganan awal terhadap R. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelajar tersebut diduga sebagai pemilik barang-barang yang diamankan.
“Identitas korban yang disebut menjadi sasaran rencana tindakan masih berasal dari keterangan terduga pelaku. Informasi tersebut masih perlu didalami lebih lanjut oleh penyidik,” ujarnya.
Menurut pengakuan awal, kata Kombs Pol Mayndra, pelaku R mempelajari cara membuat bahan peledak melalui internet dan mengaku terinspirasi dari peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada 2025. Ia menegaskan keterangan itu masih diverifikasi.
“Pelaku juga mengaku mempelajari pembuatan bahan peledak secara daring dan terinspirasi oleh peristiwa bom di SMA Negeri 72 Jakarta pada tahun 2025. Motif tersebut masih dalam proses pendalaman oleh tim penyelidik,” kata Mayndra.
Dari pemeriksaan awal juga diperoleh keterangan bahwa perangkat diduga dirakit sendiri di rumah menggunakan bahan yang dibeli secara daring tanpa sepengetahuan orang tuanya. R juga mengaku bergabung dalam sejumlah grup daring yang membahas pembuatan bahan peledak.
“Seluruh pengakuan tersebut masih dalam proses verifikasi dan pendalaman lebih lanjut oleh aparat penegak hukum. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Seluruh barang bukti telah diamankan, sementara Densus 88 bersama Polda Sumbar masih memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap rangkaian peristiwa dan motif kasus tersebut,” tutupnya. (*)






