AGAM/BUKITTINGGI

Dari Lubuk Basung ke Panggung Nasional, Perpustakaan Bahrul Ulum Masuk 12 Besar Terbaik Indonesia

×

Dari Lubuk Basung ke Panggung Nasional, Perpustakaan Bahrul Ulum Masuk 12 Besar Terbaik Indonesia

Sebarkan artikel ini
KATA BIJAK— Sebelum memulai proses penilaian terhadap Perpustakaan Bahrul Ulum Nagari Lubuk Basung, anggota tim verifikasi pusat, Maman Suherman atau yang akrab disapa Kang Maman, bersama Sekda Agam, Mhd Lutfi AR, dan Ketua TP PKK Agam, Ny Merry Benni Warlis, memberikan kata- kata bijak yang sarat makna.

AGAM, METRO–Perpustakaan Bahrul Ulum Nagari Lubuk Basung, Kabupaten Agam, dipercaya mewakili Provinsi Sumatera Barat dalam ajang penilaian Perpustakaan Umum Terbaik Ting­kat Nasional 2025. Kehadiran perpustakaan nagari ini di panggung nasional menjadi bukti keseriusan Agam dalam membangun budaya literasi.

Tim verifikasi dari Perpustakaan Nasional RI yang dipimpin penggiat literasi nasional, Maman Suherman atau akrab disapa Kang Maman, melakukan kunjungan langsung ke Lubuk Basung, Jumat (19/9). Mereka disambut hangat oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr. Mhd Lutfi AR, bersama Bunda Literasi Agam, Ny. Merry Benni Warlis, di rumah dinas bupati.

“Selamat datang kepada tim verifikasi yang akan menilai indikator Perpustakaan Umum Terbaik di Perpustakaan Bahrul Ulum. Keterpilihan perpustakaan nagari ini mewakili Sumbar tentu menjadi kehormatan besar bagi Kabupaten Agam,” ujar Dr. Mhd Lutfi.

Dalam kesempatan itu, Bunda Literasi Agam turut memperkenalkan sulaman dan pakaian adat Minangkabau khas Agam kepada tim penilai. Menurutnya, pakaian adat ini masih menjadi kebanggaan masyarakat dan kerap digunakan dalam pesta pernikahan. Kang Maman pun menilai bahwa literasi budaya seperti ini tak kalah penting dibanding literasi baca tulis.

Sebelum memulai proses penilaian, digelar pula acara penyambutan di Kantor Wali Nagari Lubuk Basung, yang disaksikan masyarakat dan pemangku kepentingan nagari. Di sana, Kang Maman, Sekda Lutfi, dan Ny. Merry Benni menuliskan kalimat motivasi penuh makna di atas selembar kertas.

Baca Juga  Pemko dan TP PKK Bukittinggi Gelar Lomba Pengolahan Pangan Lokal B2SA 2025

Kang Maman menulis, “Pustaka Adalah Pusaka”, menggambarkan bahwa buku adalah warisan berharga bagi generasi. Ny. Merry Benni menuliskan, “Melalui membaca kita bisa menguasai dunia.” Sementara itu, Sekda Lutfi mempertegas nilai lokal dengan pesan “Alam Takambang Jadi Guru.”

Kalimat-kalimat inspiratif ini sontak mendapat perhatian dan tepuk tangan masyarakat. Harapannya, pesan tersebut dapat membangkitkan semangat membaca, memperkuat budaya literasi, dan menjadikan perpustakaan sebagai pusat pengetahuan sekaligus kebanggaan bersama.

Sementara itu, sehari sebelumnya, Bupati Agam, Ir. H. Benni Warlis, MM Dt. Tan Batuah, menjamu makan malam tim verifikasi di rumah dinas bupati, Kamis (18/9). Dalam kesempatan itu, Bupati menyampaikan optimismenya bahwa Agam mampu menorehkan prestasi terbaik di tingkat na sional.

“Perpustakaan Bahrul Ulum sudah berhasil masuk 12 besar dari 540 perpustakaan kabupaten/kota se-Indonesia. Pencapaian ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menggerakkan literasi. Ke depan, kami akan menyiapkan Perda khusus agar Agam benar-benar menjadi kabupaten literasi,” tegas Bupati Benni Warlis.

Baca Juga  TP PKK Agam Matangkan Persiapan Sungai Pua Hadapi Lomba Tingkat Provinsi

Menurutnya, langkah ter­sebut sejalan dengan program unggulan Pemkab Agam, yaitu nagari berbasis masjid. Konsep ini mendorong masjid tak hanya sebagai pusat iba­dah, tetapi juga pusat literasi. “Saat ini sudah ada 32 masjid yang dilengkapi perpustakaan, dan jumlahnya akan terus kita tingkatkan,” tambahnya.

Kang Maman dalam ke­sempatan itu menilai bahwa capaian Agam masuk 12 besar nasional merupakan prestasi luar biasa. Artinya, perpustakaan nagari di Agam sudah memenuhi 26 indikator penilaian, mulai dari layanan, sarana prasarana, hingga inovasi serta dampak langsung bagi masyarakat.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh masyarakat, hingga pengelola perpustakaan. “Pendataan yang baik, inovasi, dan keterlibatan bersama membuktikan bahwa literasi bukan sekadar fiksi, melainkan aksi nyata,” ujar Kang Maman.

Dengan capaian ini, Kabupaten Agam semakin mantap melangkah menuju predikat sebagai kabupaten literasi nasional. Perpustakaan Bahrul Ulum tak hanya menjadi pusat pengetahuan, tetapi juga simbol peradaban yang terus mengakar di tengah masya­rakat. (pry)