SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Capaska Kota Sawahlunto, Perkuat Mental dan Fisik dengan Pemusatan Latihan

×

Capaska Kota Sawahlunto, Perkuat Mental dan Fisik dengan Pemusatan Latihan

Sebarkan artikel ini
SALAM—Penjabat Wali Kota Sawahlunto Fauzan Hasan menyalami dan memberi semangat kepada capaska Sawahlunto Tahun 2024.

SAWAHLUNTO, METRO–Sebanyak 67 orang calon pasukan pengibar bendera pusaka (capaska) Kota Sa­wahlunto, mengikuti pemusatan pendidikan dan pelatihan untuk mempersiapkan diri menjalankan tugas pada upacara HUT RI ke-79 nanti.

Kepala Badan Kesbangpol Kota Sawahlunto Yulianti, di Sawahlunto, menyampaikan pemusatan latihan dilaksanakan pada 17 Juli sampai 15 Agustus 2024.

”Kemudian pada 12 sampai 18 Agustus pemusatan latihannya diselenggarakan dengan konsep karantina di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB),” ungkap Yulianti.

Disebutkan, untuk kekuatan capaska Sawahlunto Ta­hun 2024 ini terdiri dari 32 putra dan 35 putri. Dengan pelatih yakni dari unsur TNI/Polri dan sejumlah purna Paskibraka Kota Sawahlunto.

Baca Juga  Zona Orange di Kota Sawahlunto, Belajar Tatap Muka, Siswa dan Siswi Lanjut

Sejumlah pihak yang men­­dukung pelatihan capaska Sawahlunto tersebut yakni Bank Nagari yang memberi bantuan seragam berupa baju kaos untuk capaska, pelatih dan panitia.

Kemudian juga PT. Bukit Asam yang membantu dengan memberikan dana senilai Rp5 juta untuk keperluan operasional pemusatan latihan tersebut.

Penjabat (Pj) Wali Kota Sawahlunto Fauzan Hasan yang membuka secara resmi pemusatan pendidikan dan pelatihan capaska itu menyampaikan apresiasi dan motivasi serta berpesan agar seluruh personel tersebut dapat menjaga kesehatan.

Baca Juga  Utamakan Pelayanan, MPP Sawahlunto Pilih Layanan Premium PLN

”Adik-adik nanti akan memegang amanah penting pada upacara HUT RI. Untuk itu butuh kesiapan dan kekuatan mental fisik, itu yang harus digembleng dari sekarang melalui pemusatan pendidikan dan pelatihan ini,” ujarnya.

Fauzan Hasan mengajak pelatih, panitia dan perangkat daerah terkait agar peka dalam mendampingi dan mengawasi para capaska tersebut dalam proses latihan.

”Dipantau betul bagaimana keseharian adik-adik ini terutama kesehatannya. Koordinasikan juga dengan pihak sekolah dan orangtua atau wali murid masing-masing,” paparnya.(pin)