BERITA UTAMA

Buruh Perkebunan Sawit Ditemukan Tewas Membusuk

×

Buruh Perkebunan Sawit Ditemukan Tewas Membusuk

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP— Kapolres Pasbar AKBP, Agung Basuki, langsung olah TKP dan evakuasi mayat yang ditemukan membusuk di areal perkebunan sawit PT Anam Koto, Blok G-9, Nagari Muaro Kiawai Hilir.

PASBAR,METRO–Sesosok mayat laki-laki yang sudah membusuk ditemukan tergeletak areal  pekebunan kelapa sawit  Blok G-9 PT Anam Koto, Jorong Kartini, Nagari Muaro Kiawai Hilir, Kecamatan Gunung Tuleh, Kabupaten Pasaman Barat, Sabtu (7/10) sekitar pukul 09.00 WIB.

Sontak saja, warga setempat dibuat gempar dengan adanya penemuan mayat tersebut hingga berdatangan ke lokasi untuk menyaksikannya. Usut punya usut, mayat itu ternyata bernama Edi Yadi Gulo (19) buruh harian lepas yang bekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Anam Koto.

Saat ditemukan, mayat korban tergeletak di atas tanah dan ada bekas lilitan tali pada lehernya. Tim Identifikasi Satreskrim Polres Pasbar yang mendapat laporan adanya penemuan mayat, langsung datang ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan mengevakuasi mayat ke rumah sakit.

Kapolres Pasbar AKBP Agung Basuki kepada POSMETRO Minggu (8/10), membenarkan kejadian itu. Bahkan, dirinya turun langsung untuk memimpin olah TKP penemuan mayat berjenis kelami laki-laki yang kondisinya sudah membusuk itu.

Baca Juga  Ditabrak Mikro Bus, Pikap Masuk Jurang

“Saya telah turun langsung ke lokasi kejadian dan telah kita lakukan indentifikasi. Saat ditemukan mayat Edi Yadi Gulo, tergeletak di bawah pelepah pohon kelapa sawit yang diduga bunuh diri dengan cara gantung diri dengan menggunakan tali nilon bekas jemuran,” ungkap AKBP Agung.

AKBP Agung menambahkan, lokasi penemuan mayat berada di dalam area perkebunan kelapa sawit Blok G-9 PT Anam Koto Jorong Kartini Nagari, Muaro Kiawai Hilir Kecamatan Gunung Tuleh. Di lokasi, pihaknya juga mengamankan berbagai barang bukti yang berkaitan dengan penemuan mayat tersebut.

“Kami temukan satu buah ember warna kuning, tali nilon warna hijau yang terikat di kedua kaki korban, satu utas tali nilon warna kuning yang terikat di dua buah pelepah kelapa sawit dan satu buah pisau cut ter warna merah. Diduga kuat, barang bukti itulah yang digunakan korban untuk bunuh diri,” jelas AKBP Agung.

Baca Juga  PR Indonesia Kukuhkan Mendag Lutfi sebagai Menteri Berkinerja Terbaik

Selain itu, dikatakan AKBP Agung, setelah olah TKP, mayat korban dibawa ke RS Yarsi Simpang Empat, untuk dilakukan visum. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan tidak temukan adanya tanda-tanda keke rasan pada tubuh korban, tapi ada bekas lilitan tali di leher akibat gantung diri.

“Menurut keterangan dari rekan satu tempat tinggal korban bahwa korban sudah tidak pulang kerumah sejak hari Rabu tanggal 04 Oktober 2023.  Dalam kasus ini, beberapa orang saksi sudah kita mintai keterangannya, terkait penemuan mayat itu, sedangkan pihak keluarga  Edi, menolak untuk di lakukan autopsi sehingga jasad Edi, dibawa pulang oleh pihak keluarga,” pungkasnya. (end)