METRO SUMBAR

Bupati Yulianto Teken NPHD, Sekolah Nasional Terintegrasi Segera Hadir di Pasbar dengan Lahan 20 Hektare

×

Bupati Yulianto Teken NPHD, Sekolah Nasional Terintegrasi Segera Hadir di Pasbar dengan Lahan 20 Hektare

Sebarkan artikel ini

PASBAR, METRO–Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menegaskan komitmennya mendukung Program Sekolah Na­sional Terintegrasi (SNT) sebagai program strategis nasional bidang pendidikan. Komitmen ter­se­but ditandai dengan penandatanganan Naskah Per­janjian Hibah Daerah (NPHD) lahan antara Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Hotel Episode, Gading Serpong, Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (30/7).

Penandatanganan dilakukan Bupati Pasaman Barat Yulianto bersama Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen Suharti. Dengan ini, Pasaman Barat tercatat sebagai satu dari 16 kabupaten/kota di In­donesia yang telah me­nun­taskan seluruh persya­ratan administrasi pem­bangunan SNT. Penandatanganan NPHD ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2026 tentang Percepatan Peningkatan Mutu Pendidikan melalui Program Se­kolah Nasional Terintegrasi, yang menjadi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk percepatan pembangunan dan revitalisasi sekolah agar fasilitas pendidikan modern dan ber­kualitas dapat segera dinikmati masyarakat. “Program Se­ko­lah Nasional Terintegrasi merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 10 Tahun 2026 yang bertujuan menghadirkan pusat pendidikan unggulan di berbagai daerah Indonesia,” ujar Bupati Yulianto.

Baca Juga  Danlantamal Lepas 10 Ribu Ikan di Talago Koto Baru

Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Pasaman Barat telah menyediakan lahan seluas 20 hektare di Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Lahan ter­sebut berstatus hak milik dan telah bersertifikat atas nama pemerintah daerah. Sebelumnya, lahan tersebut juga telah ditinjau langsung oleh Bupati Yulianto untuk memastikan kesiapan lokasi.

Lokasi yang diusulkan Pemkab Pasaman Barat sebelumnya telah melalui asesmen dan verifikasi lapangan oleh tim Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal Kemendikdasmen dan dinyatakan layak masuk kategori lokasi prioritas pembangunan SNT tahun 2026. Program SNT sendiri merupakan kawasan pendidikan terpadu yang akan dileng­kapi fasilitas modern meli­puti ruang belajar, asrama, sarana olahraga, laboratorium, perpustakaan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Pada tahun 2026, pemerintah pusat menargetkan pembangunan SNT di 37 kabupaten/kota dengan alokasi anggaran sekitar Rp250 miliar hingga Rp300 miliar per daerah yang se­penuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kemendikdasmen. Proses tender fisik ditargetkan dimulai pada Oktober 2026 setelah seluruh persyaratan administrasi dan teknis dinyatakan leng­kap. Dari 12 dokumen persyaratan yang ditetapkan kementerian, Pem­kab Pa­saman Barat telah memenuhi sebagian besar ketentuan. Saat ini dua dokumen masih dalam tahap penyelesaian, yakni sertifikat pe­mecahan lahan dan dokumen Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR).

Baca Juga  Guru PAI Diminta tak Monoton Saat Mendidik

Bupati Yulianto menegaskan komitmen daerah untuk menyelaraskan seluruh aspek teknis dan administratif agar pembangunan berjalan sesuai jadwal. “Ini peluang besar bagi Pasaman Barat. Kami siap me­nye­lesaikan seluruh persyaratan yang ma­sih diperlukan. Kehadiran Sekolah Nasional Terintegrasi diharapkan dapat memperluas akses masya­ra­kat terhadap pendidikan ber­kua­litas sekaligus mela­hir­kan generasi yang unggul dan berdaya saing,” ujar­nya.

Ia menambahkan, pem­bangu­nan SNT tidak ha­nya menjadi investasi jangka panjang di bidang SDM, tetapi juga akan mem­berikan dampak positif bagi perekonomian da­erah. “Kita ingin anak-anak Pasbar mendapat akses pendidikan unggul tanpa harus keluar daerah. SNT akan menjadi pusat pendidikan modern yang tetap berakar pada budaya lokal. Selain itu, pembangunannya akan membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan aktivitas sektor jasa dan perdagangan di kawasan Muara Kiawai,” tegas Bupati Yulianto. (end)