SIJUNJUNG, METRO–Ratusan mobil dinas (Mobnas) plat merah diparkirkan di halaman Kantor Bupati Sijunjung. Seluruh mobil dinas di lingkungan Pemkab Sijunjung itu dikumpulkan secara menÂdadak setelah diinstruksikan bupati keluar, Senin (31/1). Tenggat waktu peÂngumpulan kendaraan pun dibatasi hingga maÂlam harinya.
Tak ayal, sejumlah pejabat pun kocar-kacir deÂngan adanya instruksi mendadak tersebut, bahkan kendaraan dinas yang sedang berada di luar daerah pun terpaksa putar balik karena harus segera dikumpulkan.
Bupati Sijunjung Benny Dwifa mengatakan, kendaraan plat merah itu seÂngaja dikumpulkan untuk dilakukan pemeriksaan secara mendadak, mulai dari kendaraan berseri satu angka hingga empat angka. Tak terkecuali kendaraan dinas pimpinan DPRD, Sekda dan kepala dinas. Terkecuali untuk kendaraan dinas di kecamatan.
“Ini sengaja kita lakukan untuk pengecekan kondisi dan inspeksi, semua kendaraan akan diperiksa terkait kondisi, status dan sebagainya. Dari sana akan nampak baÂgaimana perawatan dan pemeliharaan kendaraan dinas, kita akan libatkan mekanik untuk pengecekan,” tutur Benny.
Selain pengecekan fiÂsik dan surat-surat kendaÂraan, hal itu dilakukan untuk pengocokan ulang kenÂdaraan dinas pada masing-masing OPD. “SeÂtelah tahu kondisinya kita juga akan lakukan penyesuaian, atau pengocokan ulang. Ini juga menyangÂkut agar pelayanan kepada masyarakat bisa maksimal,” terang Benny.
Bahkan jika ditemukan kendaraan dinas yang tidak terawat atau kurangnya pemeliharaan, akan ada punishment yang diÂterapkan kepada pejabat yang bersangkutan. “Ada (konsekuensi), karena itu kita cek kondisinya. Nanti ada kendaraan yang ditaÂrik, diberi teguran, dilelang dan sebagainya,” ungkap Benny, Senin (31/1).
Sementara, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah Endi Nazir menjelaskan, pengumpulan kendaraan dinas tersebut dilakukan untuk pendaÂtaan ulang aset. “Ini bagus untuk pendataan aset kita, nantinya juga akan sesuaikan jenis dan jumlah kendaraan di setiap dinas sesuai kebutuhan dinas masing-masing,” ujar Endi Nazir.
Kendaraan dinas yang dikumpulkan meliputi seluruh dinas, kecuali OPD yang menyangkut keÂaÂdaan darurat dan kecamatan. “Pendataannya dilakukan pada semua kendaraan, tapi khusus kendaraan yang menyangkut keadaan darurat sudah dikembalikan seperti BPÂBD, Damkar, Ambulan, RSUD dan sejenisnya. Kecuali kendaraan di kecamatan memang tidak dikumpulkan,” kata Endi Nazir.
Sedangkan untuk kendaraan kepala OPD, lanjutnya, masih menunggu instruksi bupati untuk bisa diambil kembali. “Kalau mobil kepala OPD kita belum tahu kapan bisa diambil. Tapi bisa dipinjam jika ada kegiatan untuk turun kelapangan dengan cara membuat surat peminjaman, kalau saya pribadi memang sengaja merental mobil,” sebut Endi Nazir.
Selain kendaraan roda empat, rencana pengumpulan kendaraan dinas roda dua juga akan dilakukan. “Rencananya hal yang sama juga akan dilakukan untuk kendaraan dinas roda dua nantinya,” ujar Endi Nazir.
Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah, Mulyadi menerangkan bahwa hal ini sudah sepatutnya dilakukan. “Ini memang sudah sepatutnya dilakukan untuk pendataan uÂlang aset, selain itu untuk mencocokan kendaraan dinas sesuai kebutuhan OPD masing-masing,” teÂrang Mulyadi.
“Seluruh kendaraan diparkirkan di halaman kantor bupati. Hingga kini sudah sekitar 136 unit mobil yang terkumpul untuk didata. Seluruh kendaraan itu dijaga oleh Satpol PP, tidak boleh diambil kecuali sudah izin dari bupati,” sebut Mulyadi.
Tak dipungkiri jika hal ini dilakukan untuk meÂnyikapi banyaknya kendaÂraan plat merah yang dipakai sembarangan. “PaÂda dasarnya setiap kendaraan dinas yang diberikan sebagai fasilitas daÂlam menunjang kinerja untuk memberikan pelaÂyanan kepada masyaÂrakat. Kendaraan dinas yang dipinjamkan harus dipertanggungjawabkan, tidak boleh sembaraÂngÂan,” papar Mulyadi.
Pihaknya mengatakan pemeriksaan kendaraan dinas itu juga meliputi anggaran pemeliharaan rutin, pajak dan surat kendaraan. “Anggaran pemeliharaan kendaraan dinas itu ada pada setiap OPD, itu juga akan dicek nanti, apakah ada dilakukan pemeliharaan sesuai ketentuan atau tidak. Antara anggaran yang dipakai dan kondisi kendaraan akan terlihat jelas nanti,” tambah Mulyadi. (ndo)






