SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Bupati Benny Dwifa Ikuti “Rayo Puaso 6” di Kampung Calau Muaro Sijunjung

×

Bupati Benny Dwifa Ikuti “Rayo Puaso 6” di Kampung Calau Muaro Sijunjung

Sebarkan artikel ini
RAYO PUASA 6— Bupati Sijunjung Benny Dwifa menyapa warga pada saat menghadiri perayaan Hari Raya Puasa 6 Bulan Syawal 1447 H yang dipusatkan di kawasan Makam Syekh Abdul Wahab, Jorong Subarang Sukam, Nagari Muaro pada Minggu (29/3).

SIJUNJUNG, METRO— Masyarakat Kampung Calau, Nagari Muaro, Kecamatan Sijunjung meng­gelar perayaan Rayo Puasa 6. Tradisi yang telah berlangsung turun-temurun ini menjadi momentum penting dalam mempererat si­laturahmi sekaligus menjaga nilai adat dan keagamaan di tengah ma­syarakat.

Pemerintah Kabupa­ten Sijunjung menunjukkan komitmennya dalam mendukung pelestarian nilai-nilai religius dan adat istiadat di tengah ma­sya­rakat. Hal ini terlihat saat Bupati Sijunjung, Benny Dwifa menghadiri pe­rayaan Hari Raya Puasa 6 Bulan Syawal 1447 H yang dipusatkan di kawasan Makam Syekh Abdul Wahab, Jorong Subarang Su­kam, Nagari Muaro pada Minggu (29/3).

Kegiatan tersebut dihadiri anggota DPRD  Sijunjung, Nofriardi Zulka, SH, Unsur Forkopimda, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah daerah, Camat Sijunjung, Wali Nagari Muaro, Jajaran KAN, Bundo Kandung, serta Ma­syarakat Muaro.

Baca Juga  Mapolres Sijunjung Terpilih jadi Kantor Terbersih

Bupati Benny me­nyam­­paikan apresiasi kepada masyarakat yang konsisten menjaga tradisi menunaikan ibadah puasa 6 di bulan Syawal.

“Perayaan ini bukan sekedar seremonial, melainkan wujud syukur dan kekuatan silaturahmi kita. Pemerintah Daerah sa­ngat mengapresiasi konsistensi masyarakat da­lam menjaga tradisi ini. Selain nilai ibadahnya, kegiatan ini menjadi bagian Geohistoris Kabupaten Sijunjung serta mendukung perekonomian lokal.” Ujar Bupati.

Wali Nagari Muaro Sijunjung, Hafizun menyampaikan pentingnya menjaga tradisi Rayo Puasa 6 agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman. Ia menilai bahwa generasi muda memiliki peran besar dalam melanjutkan warisan budaya tersebut.

Baca Juga  Tata Laksana Pengelolaan Pertambangan Diperiksa Jaksa, Belasan Saksi Dimintai Keterangan

“Dengan tradisi Rayo Puasa 6, kita kembangkan dan wariskan kepada generasi selanjutnya. Melalui sekolah agama nagari, kami siap mendukung ma­syarakat agar tradisi ini tetap terjaga dan tidak hilang,” tegasnya.

Ketua Perkampungan Calau, Maryusman, SE, menjelaskan bahwa perayaan Puasa 6 merupakan bagian tak terpisahkan dari tradisi adat dan nilai-nilai agama masyarakat setempat. Kegiatan ini juga dirangkai dengan ziarah kubur yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. (ndo)