BERITA UTAMA

Buntut Sengketa Lahan hingga Penyegelan Sekolah, Siswa SMP 2 Batusangkar dan SDN 20 Baringin Terpaksa Belajar Daring Pemicunya Pemilik Tanah Merasa Tak Dihargai Pemkab

×

Buntut Sengketa Lahan hingga Penyegelan Sekolah, Siswa SMP 2 Batusangkar dan SDN 20 Baringin Terpaksa Belajar Daring Pemicunya Pemilik Tanah Merasa Tak Dihargai Pemkab

Sebarkan artikel ini
KLARIFIKASI—Ahli Waris Bersama kuasa Hukum M. Intania berikan klarifikasi terkait kisruh lahan SMP 2 Batusangkar dan SDN 20 Baringin.

TANAHDATAR, METRO–Buntut penyegelan sekolah yang dilakukan kuasa hukum yang mengaku pemilik tanah, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tanahdatar putuskan pe­laksanan Proses Belajar Mengajar (PBM) di SMPN 2 Batusangkar dan SDN 20 Baringin dilaksanakan se­cara daring (online) mulai Rabu (8/11).

Plt Kadis Dikbud Inhendri Abbas mengatakan, terkait persoalan di dua se­kolah itu, berdasarkan arahan pimpinan daerah dan Forkopimda Tanahdatar, pihaknya telah mengambil langkah-langkah agar proses belajar mengajar (PBM) tetap berlangsung dan memberikan keamanan kepada para siswa.

“Langkah yang kami ambil salah satunya memutuskan proses belajar mengajar) daring. Jadi, untuk menjamin keamanan dan kenyamanan siswa, maka siswa belajar di rumah masing-masing, sedangkan guru tetap masuk sekolah seperti biasa,” ka­ta Inhendri Abbas dalam konferensi pers yang digelar di Aula Dinas Kominfo Tanahdatar, Rabu (8/11).

Baca Juga  Kurir Asal Palembang Terciduk Bawa 110 Kg Ganja

Inhendri Abbas menyatakan pihaknya prihatin dengan adanya persoalan tersebut apalagi sampai ada siswa yang harus men­da­patkan perawatan me­dis. Ia juga me­ngimbau orang tua siswa untuk sabar serta tidak terpancing isu-isu dalam menghadapi polemik tersebut.

“Kami mohon maaf kepada orang tua siswa atas ketidaknyamanan ini, dan meminta orang tua sabar dan memberikan kesempatan kepada Pemda untuk menyelesaikan persoalan ini. Jangan terpancing isu-isu yang mungkin saja muncul. Jika ada informasi yang dirasa simpang siur, diminta berkoordinasi dengan pihak se­kolah,” katanya.

Lebih lanjut, Inhendri menjelaskan pihaknya telah melakukan perawatan terhadap siswa yang mengalami luka dalam kejadian itu. Dinas Pendidikan juga telah mengarahkan gu­ru BK di sekolah tersebut untuk pendampingan menghindari trauma.

Baca Juga  Rp1 Miliar Dugaan Korupsi SLB di Sumbar, Seratus Saksi di Periksa

“Dinas Pendidikan su­dah melalukan perawatan (terhadap siswa yang terluka), saat ini masih dirawat di RS Ali Hanafiah Batusangkar. Kami sudah menyampaikan kepada pihak sekolah, efektifkan guru BK untuk memberikan pendampingan dan motivasi meng­hin­dari trauma, seandainya usaha tersebut tidak maksimal, selanjutnya kita upayakan bantuan dari psi­kolog,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Kabid Pencegahan dan Pe­nanganan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak Dinas Sosial dan PPPA Tanah Data, Yuri Yasmin mengatakan pihaknya telah melakukan pen­dam­pi­ngan ter­ha­dap siswa ter­­dampak

“Untuk yang terdampak atau korban, Dinsos telah lakukan pen­dam­pi­ngan dan edu­kasi. Tindak lan­jut­nya, UPTD ter­kait telah berkoordinasi dengan Polres untuk koordinasi mengenai apa yang akan dilaksanakan nantinya. Prosesnya masih dilaksanakan hari ini,” terangnya.