METRO SUMBAR

Bundo Yenni: Lestarikan dan Jaga Adat Istiadat Minangkabau di Agam

×

Bundo Yenni: Lestarikan dan Jaga Adat Istiadat Minangkabau di Agam

Sebarkan artikel ini
JAGA KELESTARIAN ADAT ISTIADAT— Bundo Kanduang Kabupaten Agam, Yenni Andri Warman mengajak Bundo Kanduang Nagari Batu Kambiang untuk melestarikan dan menjaga adat istiadat minangkabau di Kabupaten Agam.

AGAM, METRO–Bundo Kanduang Kabupaten Agam, Yenni Andri Warman ajak Bundo Kan­duang Nagari Batu Kambiang untuk melestarikan dan menjaga adat istiadat minangkabau di Kabupa­ten Agam.

“Bundo kanduang memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat di Minangkabau selaku “Sumarak dalam Nagari” yang menjaga adat dan budaya minangkabau agar nantinya tidak habis dimakan oleh zaman,”ujar Bundo Yenni Andri Warman saat menjadi narasumber dalam peningkatan kapasitas Bundo kan­duang. Hal itu disampaikan di Aula Kantor Walinagari Batu Kambing, Kecamatan Ampek Nagari, Juma’at (29/9).

Pada kesempatan ter­sebut, Bundo Yenni menyampaikan beberapa materi yang berkaitan adat minangkabau dengan pe­ranan Bundo Kanduang, tantangan perempuan da­lam pelestarian dan pe­ngembangan adat dan budaya minangkabau.

Baca Juga  Kapolsek dan Satgas Pantau Jalur PPT

Kemudian, penanaman akhlak di minangkabau, langgam kato nan ampek, sifat padusi dan sumando, sumbang 12 (duo baleh) dan adat sopan santun orang minangkabau.

Menurut Bundo Yenni, materi tersebut tepat untuk disampaikan mengingat pada zaman digital para generasi muda telah ba­nyak yang tidak paham dengan adat minangkabau yang sebenarnya.

“Disinilah peranan kita sebagai bundo kanduang, sebagai pusek jalo kumpulan tali artinya, bundo kan­duang mampu menjadi tem­pat berhimpunnya keluarga besar,”katanya.

Ditambahkannya, bundo kanduang mesti mampu menjadi percontohan dari para pemuda dan pemudi minang baik dalam bersikap kepada sumando atau­pun adat sopan satun orang minangkabau.

Baca Juga  Tilawah Dewasa Padang Panjang Tampilkan Kemampuan Terbaik di Panggung Utama

“Untuk padusi kita ha­rus mengajarkan tentang sumbang 12 yang berarti 12 larangan untuk padusi, langgam kato nan ampek, sifat padusi dan adat so­pan santun orang minang­kabau,”tuturnya.

Sedangkan untuk lelaki minang katanya, diajarkan langgam kato nan ampek dan adat sopan santu orang minangkabau.

Diakhir materinya, Bundo Yenni berharap melalui kegiatan peningkatan kapasitas tersebut maka ilmu dan wawasan serta kualitas dari Bundo Kanduang Nagari Batu Kambing akan meingkat.

“Mari kita ajarkan ilmu dan wawasan yang dimiliki sebagai bundo kanduang kepada generasi penerus sehingga nantinya Kabupaten Agam bisa menjadi Agam yang berbudaya dan berbudi luhur,”ung­kapnya.(pry)