BERITA UTAMA

Brutal! Sopir Travel Dikeroyok hingga Babak Belur, Sempat Cekcok Gegara Kendaraan Saling Salip, Korban dan Pengeroyok Sama-Sama Melapor

×

Brutal! Sopir Travel Dikeroyok hingga Babak Belur, Sempat Cekcok Gegara Kendaraan Saling Salip, Korban dan Pengeroyok Sama-Sama Melapor

Sebarkan artikel ini
PENGEROYOKAN— Korban Ferly mengalami luka-luka usai dikeroyok sejumlah orang di Rumah Makan Payung Sekaki Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Limapuluh Kota.

LIMAPULUH KOTA, METROSempat cekcok gegara kendaraannya saling salip di jalan, seorang sopir travel asal Kabupaten Pasaman, luka parah dikeroyok sejumlah orang di Rumah Makan Payung Sekaki Tanjung Balik, Kecamatan Pangkalan Kotobaru, Kabupaten Lima Puluh Kota, pada Selasa dinihari (31/3).

Video pengeroyokan korban bernama Ferly (29), warga Aia Manggis, Kecamatan Lubuk Sikaping, viral di media sosial. Dalam video yang berdurasi 1 menit, 36 detik, terlihat sejumlah bermai-ramai memukuli korban yang memakai baju warna oranye.

Bahkan, para penumpang terdengar ketakutan menyaksikan pengeroyokan brutal tersebut. Korban yang terkapar sempat diinjak-injak lalu diseret ke belakang mobil dan kembali dianiaya hingga tak sadarkan diri.  Setelah itu para pelaku langsung pergi meninggalkan korban tubuhnya penuh luka lebam dan kepala mengalami luka robek.

Setelah kejadian itu, korban Ferly dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Kasus penganiayaan secara bersama-sama tersebut kemudian dilaporkan ke Polsek Pangkalan dan meminta dilakukan visum untuk membuktikan adaya luka penganiyaan.

Namun, pada hari yang sama, sekompok pria yang menganiaya korban, juga datang ke Polsek Pang­kalan untuk membuat laporan penganiayaan. Hingga kini, Unit Reskrim Polsek Pangkalan masih memproses kedua laporan ter­sebut dan belum menetapkan tersangka.

Baca Juga  Pascaledakan Bom Rakitran, Aktivitas di MAN 3 Padang kembali Normal, Kanwil Kemenag Sumbar: Situasi tetap Kondusif

Kapolsek Pangkalan, AKP Hendra, membenarkan adanya dua laporan polisi terkait dugaan tindak pidana kekerasan secara bersama-sama terhadap orang. Saat ini, kasus ma­sih dalam tahap penyelidikan.

“Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.30 hingga 02.50 WIB, bermula dari insiden saling salip kenda­raan di jalan raya negara tepatnya di kawasan Sibunbun, Kecamatan Pang­kalan Koto Baru,” kata AKP Hendra, Rabu (1/4).

Dijelaskan AKP Hendra, dari keterangan laporan pertama, mobil Toyota Kijang LGX yang ditumpangi pelapor M Alif Ramadhani Saputra bersama keluarganya disalip oleh sebuah mobil Toyota Innova berwarna silver.

“Mobil Innova tersebut kemudian berhenti men­dadak di depan kendaraan pelapor, sehingga memicu keributan antara kedua pengendara. Meski sempat melanjutkan perjalanan, rombongan pelapor kem­bali dihentikan oleh sejumlah kendaraan yang diduga merupakan rekan dari pe­nge­mudi Innova,” jelas AKP Hendra.

Ditambahkan AKP Hen­dra, situasi memanas, ketika sekitar 10 mobil dise­but ikut menghadang rom­bongan pelapor. Salah seorang dari pihak terlapor bahkan menantang duel yang kemudian berujung pada aksi saling pukul di antara kedua kelompok.

Baca Juga  Hilang Kendali, Bus Terguling Masuk Sawah,1 Tewas, 8 Luka-luka di Kabupaten Agam

“Sementara itu, dalam laporan kedua yang diajukan oleh Ferly, disebutkan bahwa kejadian berawal saat dirinya bersama rekannya, Alfin, melihat mobil rekannya berhenti di sekitar Jembatan Check Point Tanjung Balik. Mendapati rekannya diduga mengalami pemukulan, pelapor kemudian mengejar kendaraan yang diduga terlibat,” ungkap AKP Hendra.

Sekitar 2 KM, kata AKP Hendra, kedua kendaraan berhasil dihentikan dan terjadi adu mulut yang berujung pada pemukulan terhadap salah satu rekan pelapor. Dalam kondisi terdesak, pelapor Ferly sempat melarikan diri ke area parkir Rumah Makan Payung Sekaki.

“Namun, tak berselang lama, rombongan lawan datang dan kembali terjadi aksi penganiayaan di lokasi tersebut. Akibat kejadian itu, kedua pihak mengaku mengalami kerugian dan luka-luka, serta telah menjalani visum sebagai bagian dari proses hukum,” tuturnya.

Dikaakan AKP Hendra, saat ini memang ada dua laporan yang masuk terkait kejadian tersebut. Pihaknya masih melakukan pe­nye­lidikan dan para pihak sedang dimintai keterangan terkait kasus penganiayaan secara bersama-sama.

“Saat ini kami juga sedang mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta melakukan langkah-langkah penyelidikan guna me­ngungkap pihak-pihak yang bertanggung jawab dalam insiden tersebut,” tukasnya. (uus)