METRO PADANG

BNPB dan PNM Dorong Pemulihan Ekonomi Bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

×

BNPB dan PNM Dorong Pemulihan Ekonomi Bagi Masyarakat Terdampak Bencana di Kabupaten Agam

Sebarkan artikel ini
SOSIALISASI— Suasana sosialisasi program permodalan pembiayaan dan pendampingan pemberdayaan usaha bagi masyarakat terdampak bencana yang dilakukan pada Sabtu (20/6) di Kabupaten Agam, Sumatra Barat.

AGAM, METRO–Terputusnya mata pencaharian warga Kabupaten Agam pasca dilanda bencana hidrometeorologi basah pada November 2025 yang lalu, membuat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggandeng PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk mendukung fase pascabencana dengan melakukan langkah-langkah memulihkan perekonomian warga terdampak.

Sebagai BUMN yang bergerak di sektor pembiayaan, kolaborasi PNM dan BNPB akan membantu masyarakat terdampak untuk mempercepat pemulihan ekonomi pascabencana agar roda usaha kembali berputar, lebih kuat dari sebelumnya.

Baca Juga  Rentenir Jerat UMKM dan Pedagang di Padang

Pemulihan ekonomi adalah kunci agar masyarakat tidak hanya bertahan dari terpaan bencana, tetapi berhasil kembali berdaya dan mandiri.

Hal ini diungkap dalam sosialisasi yang dilakukan pada Sabtu (20/6) di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Pertemuan dihadiri oleh Ketua Unsur Pengarah I BNPB Brigjen Pol (Purn) Ir. Ary Laksmana Widjaja, S.H., M.Si. Komisaris Utama PT PNM beserta jajaran, Forkopimda Kabupaten Agam dan para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah lokal yang terdampak bencana.

Baca Juga  Jelang Penutupan Tahun Anggaran, Gubernur Instruksikan OPD Percepat Realisasi Proyek DAK

Kerja sama ini adalah wujud nyata bahwa pemerintah terus mendampingi masyarakat terdampak, kali ini dengan akses permodalan pembiayaan dan pendampingan pemberdayaan usaha yang tepat, yang akhirnya masyarakat Kabupaten Agam mampu mengubah luka bencana menjadi peluang untuk tumbuh.

Program pemberdayaan usaha di Kabupaten Agam ini, akan dijadikan inspirasi dan bahan evaluasi untuk replikasi program serupa di seluruh wilayah terdampak bencana di Indonesia. (*)