METRO SUMBAR

Bertanda Membaiknya Ekonomi Warga, Jumlah Hewan Kurban Tahun ini Naik 

×

Bertanda Membaiknya Ekonomi Warga, Jumlah Hewan Kurban Tahun ini Naik 

Sebarkan artikel ini
illustrasi sapi kurban

PASBAR, METRO–Pemkab Pasaman Barat, melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan memperkirakan jumlah hewan kurban yang tersebar pada Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah tahun 2025 akan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Dari hasil pendataan sementara yang dilakukan bersama panitia kurban di masjid-masjid, diperkirakan jumlah hewan kurban tahun ini mencapai 4.700 ekor. Pada tahun 2024 lalu jumlahnya sebanyak 4.295 ekor,” ungkap Pelaksana Harian Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat, Afrizal, Kamis (29/5).

Dikataan, peningkatan jumlah kurban ini meru­pakan kabar menggembirakan karena menjadi indikator membaiknya kondisi ekonomi masyarakat.

Guna memastikan kesehatan hewan kurban, pihaknya telah melakukan pemeriksaan intensif melalui tim teknis kesehatan hewan dari UPTD Puskeswan Wilayah I dan II, terutama terhadap ternak milik toke atau pengepul sapi di berbagai daerah.

Baca Juga  Tim Familly Juara 1 Turnamen Bola Volly Kapolres Cup

Pemeriksaan tersebut diintensifkan menjelang Idul Adha sebagai bagian dari langkah pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK), meskipun sejak Februari 2025 belum ditemukan kasus PMK baru di wilayah tersebut. Hal ini dinilai berkat efektivitas program vaksinasi PMK yang dilaksanakan petugas lapangan.

Afrizal menambahkan, pengawasan terhadap hewan kurban tidak hanya dilakukan sebelum Idul Adha, tetapi juga akan berlangsung ketat dua hari menjelang pemotongan hingga hari-H. Fokus penga­wasan terutama di masjid-masjid di setiap jorong dan nagari, tempat biasanya pelaksanaan penyembelihan kurban berlangsung.

Meski jumlah pasti hewan kurban masih bisa berubah, ia memperkirakan sebagian besar akan berasal dari peternak lokal. Pasaman Barat memang dikenal sebagai daerah dengan populasi ternak yang tinggi.

Baca Juga  Kapolda Sumbar Gatot Tri Suryanta, Resmikan GOR dan Groundbreaking Asrama SLB Kemala Bhayangkari di Lintau

“Sentra peternakan sapi potong di antaranya berada di Kecamatan Parit, Koto Balingka, Talamau, Kinali, dan Pasaman. Selain itu, sebagian juga berasal dari Kabupaten Agam dan Solok,” jelasnya.

Masyarakat diimbau untuk memastikan bahwa hewan kurban yang dibeli sudah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) yang di­keluarkan oleh dokter hewan yang berwenang. Jika belum memiliki, warga diminta segera melapor ke petugas kesehatan hewan terdekat untuk dilakukan pemeriksaan.

Berdasarkan data statistik peternakan Pasaman Barat, populasi ternak di wilayah tersebut terdiri atas sapi potong sebanyak 21.253 ekor, sapi Brahman Cross 7 ekor, kerbau 1.066 ekor, kambing 14.522 ekor, dan domba 108 ekor. (end)