BARCELONA datangkan permata muda asal Swedia, Roony Bardghji. Dia dijuluki banyak pengamat sebagai Lionel Messi dari Swedia.
Wonderkid berusia 19 tahun itu dikabarkan sudah mencapai kesepakatan verÂbal dengan raksasa CaÂtalan dan akan resmi bergabung pada 1 Juli menÂdatang. Kesepakatan ini disebut sebagai langkah cerdas Barcelona dalam membangun generasi baru pasca era Messi yang leÂgendaris.
Dengan mahar awal hanya 2 juta Euro ditambah bonus dan klausul penjualan, Barca tampaknya menemukan potensi emas dengan harga miring. BardÂghji bukan pemain sembarangan. Meski usianya belum genap 20 tahun, namanya sudah masuk daftar incaran klub-klub top Eropa sejak awal tahun ini.
Manchester City, ManÂchester United, Chelsea, hingga Porto sempat memantau ketat pemain muda kelahiran Kuwait ini. Porto bahkan sempat meÂngajukan penawaran resÂmi.
Namun Barcelona yang belakangan ikut masuk dalam persaingan, ternyata bergerak paling efektif. Hanya dalam hitungan hari sejak kabar ketertarikan mereka muncul, Blaugrana langsung mencapai keseÂpakatan dengan sang pemain dan klubnya, FC Copenhagen.
Menurut Fabrizio Romano, Barca akan membayar 2 juta Euro sebagai biaya transfer tetap, deÂngan sejumlah add-ons (bonus performa) dan klausul bagi hasil penjualan di masa depan. Bardghji dijadwalkan merampungkan kepindahan pekan depan dan akan resmi menjadi pemain Barcelona mulai 1 Juli.
Roony Bardghji lahir di Kuwait City pada 2005 namun besar dan tumbuh sebagai pesepak bola di Swedia. Dia telah mewakili Timnas Swedia di level U-17 hingga U-21 dan mencetak 7 gol dari 16 penampilan internasional.
Karir profesionalnya melesat cepat sejak debut bersama tim utama FC Copenhagen pada November 2021, saat usianya baru menginjak 16 tahun. Posisinya adalah sayap kanan, posisi yang secara historis sangat lekat dengan LioÂnel Messi, terutama di era keemasan Barca.
Bukan hanya posisi, gaya bermain Bardghji juga sering dibandingkan deÂngan Messi. Dribel cepat, kontrol bola ketat, dan naÂluri mencetak gol yang aÂlami.
Musim 2023/24 menjadi puncak performa Bardghji. Dia mencetak 11 dari total 15 gol untuk Copenhagen hanya dalam 37 laga di semua ajang. Salah satu momen yang paling dikenang tentu saja saat mencetak gol kemenangan dramatis ke gawang Manchester United dalam laga Liga Champions pada Agustus 2023, sebuah penyelesaian tajam di menit ke-87 yang membuat publik Eropa mulai benar-benar menaruh perhatian padanya.
Namun karirnya sempat terhenti karena cedera serius. Pada Mei 2024, Bardghji mengalami robek ligamen lutut (ACL) memaksa absen selama hampir satu musim penuh. Dia baru kembali merumput Maret 2025 lalu dan perlahan menunjukkan sinyal kebugaran penuh.
Rekrutan Bardghji menjadi sinyal kedua dari proÂyek pembangunan Barcelona di bawah pelatih Hansi Flick. Sebelumnya, Barcelona telah mendatangkan kiper Joan Garcia dari Espanyol dengan mahar 25 juta Euro. Masuknya BardgÂhji menambah kekuatan lini depan yang kini penuh potensi muda. Ada Lamine Yamal, Vitor Roque, Marc Guiu, dan kini Bardghji.
Di tangan Flick, Barca tampaknya kembali ke aÂkar mereka, menggabungkan pengalaman senior dengan darah muda penuh talenta. Fleksibilitas BardÂghji sebagai winger dan gelandang serang memberi banyak opsi taktis. Meski cedera ACL menjadi kekhawatiran, Barcelona cukup yakin dengan potensi dan proses pemulihan sang pemain.
Selain itu, status kontrak Bardghji yang akan habis akhir Desember ini membuat transfer ini menjadi kesempatan emas bagi Blaugrana. Dengan hanya membayar kompensasi ringan, Barcelona bisa mendapatkan talenta Eropa yang dalam kondisi normal bisa bernilai 30 juta leÂbih.
Barcelona masih berada di masa transisi. Kepergian Messi pada 2021 masih meninggalkan ruang kosong yang belum sepenuhnya terisi, baik secara teknis maupun emosional. Setiap pemain muda berbakat yang masuk, terlebih dengan julukan Messi baru, akan selalu dibandingkan dan dibebani ekspektasi.
Namun, Roony Bardghji tampaknya datang bukan untuk meniru, melainkan meneruskan semangat. Dia membawa cerita dari Skandinavia, kombinasi teknik Timur Tengah dan mental Eropa Utara. Di bawah bimbingan Hansi Flick dan lingkungan La Masia yang mendukung, bukan tidak mungkin dunia akan kembali melihat kebangkitan era sayap kanan mematikan di Camp Nou.
Apakah Bardghji bisa menjadi legenda berikutnya atau hanya sekadar sensasi sesaat? Jawabannya akan kita lihat musim depan. Tapi yang jelas, Barcelona sudah menemukan secercah cahaya dari utara. (jpg)






