METRO BISNIS

BI Sumbar Perkenalkan QRIS, Satu QR Code untuk Semua Aplikasi Pembayaran

×

BI Sumbar Perkenalkan QRIS, Satu QR Code untuk Semua Aplikasi Pembayaran

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumbar memperkenalkan standar Quick Response (QR) Code untuk pembayaran melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik, atau mobile banking yang disebut Quick Response Indonesia Standar (QRIS), Rabu (21/8). Sistem pembayaran itu mengusung tagline UNGGUL (universal, gampang, untung dan langsung).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat, Wahyu Purnama mengatakan QR code yang diluncurkan ini bisa digunakan untuk seluruh aplikasi pembayaran dalam jaringan (online) yang akan membuat transaksi menggunakan perangkat smartphone lebih efisien dan aman. Selain itu, juga untuk mengantisipasi adanya dominasi satu aplikasi pembayaran tertentu.
“QRIS telah diluncurkan secara nasional pada 17 Agustus kemarin, demi mendukung perkembangan ekonomi digital. QRIS dapat memperlancar sistem pembayaran nontunai secara aman dan lancar sekaligus mendorong ekonomi keuangan digital. QRIS juga bisa digunakan transaksi domestik dengan transaksi internasional,” kata Wahyu didampingi Kepala Divisi Sistem Pembayaran, PUR dan LA Kantor BI Sumbar, Irwan Zubir saat jumpa pers.
Wahyu menjelaskan, QRIS yang dikembangkan oleh BI bersama Asosiasi Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk mengantisipasi inovasi teknologi dan perkembangan kanal pembayaran menggunakan QR code yang berpotensi menimbulkan fragmentasi baru di industri sistem pembayaran. Serta untuk memperluas akseptasi pembayaran nontunai nasional secara lebih efisien. Dengan begitu, masyarakat tidak perlu bawa uang tunai banyak-banyak.
“Hadirnya QRIS juga untuk memperlancar sistem pembayaran nontunai di Indonesia yang bisa dilakukan secara aman dan lancar, mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia maju. QRIS akan menjadi sistem yang menguntungkan untuk masyarakat, dengan begitu, Indonesia bisa jadi selangkah lebih modern dalam konteks keuangan digital,” ungkapnya.
Wahyu menambahkan sistem QR Code ini menggunakan Merchant Presented Mode (MPM). Artinya untuk bertransaksi, pengguna hanya cukup scan QR yang tersedia di merchant-merchant yang bekerja sama dengan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Contohnya Link Aja, Gopay, OVO, DANA dan lainnya. Pembayaran otomatis berhasil cukup dengan scan QR Code.
“QRIS ini akan memudahkan pengguna untuk bertransaksi dengan sumber dana yang beragam, mulai dari kartu debit, e-money hingga wallet, jadi tidak perlu repot top up dan transfer dana. Nanti setiap merchant akan menampilkan QR code pembayaran untuk dipindai pembeli ketika melakukan transaksi pembayaran. Bisa digunakan kalau ada tulisan QRIS dan GPN,” jelas Wahyu.
Wahyu menambahkan QRIS juga merupakan upaya menekan peredaran uang tunai dengan meningkatkan transaksi nontunai yang lebih mudah, cepat dan aman. QRIS UNGGUL mengandung makna, yaitu penggunaan QRIS bersifat inklusif untuk seluruh lapisan masyarakat dan dapat digunakan untuk transaksi pembayaran di domestik dan luar negeri.
“Kedua, masyarakat dapat bertransaksi dengan mudah dan aman dalam satu genggaman ponsel. Ketiga, transaksi dengan QRIS menguntungkan pembeli dan penjual karena transaksi berlangsung efisien melalui satu kode QR yang dapat digunakan untuk semua aplikasi pembayaran pada ponsel. Keempat, transaksi dengan QRIS langsung terjadi, karena prosesnya cepat dan seketika sehingga mendukung kelancaran sistem pembayaran,” ujar Wahyu.
QRIS secara nasional efektif diberlakukan mulai 1 Januari 2020, untuk memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP). Peluncuran QRIS merupakan salah satu implementasi Visi Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, yang telah dicanangkan pada Mei 2019 lalu. (rgr)

Baca Juga  Pertamina All Out Hadirkan Pasokan Energi dan Bantuan Dukung Masyarakat Terdampak Bencana Banjir Sumatera