METRO SUMBAR

Bupati Yulianto Hadiri Rakor BP BUMN, Bahas Percepatan Pelabuhan Teluk Tapang

×

Bupati Yulianto Hadiri Rakor BP BUMN, Bahas Percepatan Pelabuhan Teluk Tapang

Sebarkan artikel ini
FOTO BERSAMA—Bupati Pasaman Barat, Yulianto, usai acara foto bersama dengan para peserta lain.

PASBAR, METRO–Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menghadiri rapat koordinasi bersama Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) sekaligus Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara, Dony Oskaria, di Kantor BP BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13, Jakarta Pusat, Rabu (15/4).

Rapat yang diinisiasi Gubernur Sumatera Barat tersebut diikuti seluruh bupati dan wali kota se-Sumatera Barat. Per­te­muan ini bertujuan mem­perkuat sinergi antara pe­me­rintah daerah dan BUMN dalam percepatan pembangunan infra­struk­tur serta pengem­bangan ekonomi daerah.

Baca Juga  BKN Pusat Lakukan Monev Sistem Merit di Pemkab Pasbar

Dalam pertemuan itu, Bupati Yulianto secara khu­sus membahas perce­pa­tan pembangunan Pelabu­han Teluk Tapang di Kabupaten Pasaman Barat.

Pelabuhan tersebut di­proyeksikan menjadi pusat penampungan (hub) ko­moditas unggulan serta mendukung distribusi lo­gistik di pesisir barat Sumatera.

Yulianto menegaskan pentingnya pembangunan fasilitas pendukung pel­a­buhan, khususnya untuk penampungan crude palm oil (CPO) sebagai salah satu komoditas utama Pasa­man Barat.

“Pengembangan Pe­labuhan Teluk Tapang se­ba­gai pusat penampungan CPO dan komoditas lain­nya sangat penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Pasaman Barat,” ujarnya.

Baca Juga  Hendri Arnis Sampaikan Nota Pengantar Rancangan KUA-PPAS TA 2026

Menanggapi hal ter­sebut, BP BUMN menya­takan komitmennya de­ngan rencana menurunkan tim teknis untuk meninjau langsung rencana pem­bangunan fasilitas pela­buhan. Fokus pemba­ngu­nan mencakup penye­diaan tangki timbun CPO untuk menampung hasil produksi sawit dari Pasaman Barat dan daerah sekitar, ter­masuk Kabupaten Man­dailing Natal, Sumatera Utara.

“Dengan dukungan ter­sebut, Pelabuhan Teluk Tapang diharapkan segera beroperasi optimal sebagai gerbang ekspor-impor di pesisir barat Sumatera, sekaligus memperpendek jalur distribusi logistik dan meningkatkan daya saing ekonomi wilayah,” ucap Yulianto. (end)