METRO BISNIS

Inovatif Warga Binaan produksi Paving Block dari Limbah Plastik

×

Inovatif Warga Binaan produksi Paving Block dari Limbah Plastik

Sebarkan artikel ini
Paving Block-- sampah plastik untuk diproses menjadi Paving Block yang merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian narapidana DI Lapas Kelas IIA Bukittinggi.

Bukittinggi,metro–Program inovatif dilaksanakan oleh Warga Bina­an Pemasyarakatan (WBP) Lapas Kelas IIA Bukittinggi, Mereka memanfaatkan limbah plastik menjadi bahan produk Paving Block atau bata beton untuk komposisi bangunan.

“Dalam upaya mengatasi permasalahan sampah anorganik, kami memulai inovasi dengan memanfaatkan sampah plastik untuk diproses menjadi Paving Block yang merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian narapidana,” kata Kalapas Bukittinggi, Herdianto, Kamis.(11/1)

Ia mengatakan program inovatif ini bertujuan untuk memberdayakan na­ra­pidana dengan keterampilan baru dalam memanfaatkan limbah plastik sebagai bahan baku paving block.

Baca Juga  Perintahkan Presiden Konversi LPG ke Kompor Induksi, PLN Gulirkan Program Satu Juta Kompor Induksi

“Dengan demikian, me­reka dapat terlibat dalam proses produksi dan mengurangi dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan,” kata dia.

Menurutnya, inisiatif ini merupakan langkah progresif dalam pembinaan narapidana. Mereka men­da­pat­kan kesempatan untuk belajar dan terlibat dalam kegiatan yang mem­­berikan manfaat positif bagi lingkungan.

“Serta memiliki potensi untuk menjadi keteram­pilan yang dapat digu­nakan setelah mereka bebas nanti,” kata dia.

Paving block hasil pro­duksi dari sampah plastik ini diharapkan dapat digunakan untuk pembangunan infrastruktur di sekitar Lapas maupun pro­yek-proyek pembangunan lainnya.

Baca Juga  Dorong Pemanfaatan FABA, PLN Gelar Lomba Desain Rumah Sehat, Terjangkau dan Ramah Lingkungan

Dengan demikian, selain mengurangi jumlah sampah anorganik, program ini juga memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan dan ling­kungan.

Inovasi ini mendapat dukungan penuh dari pihak terkait dan telah mencuri perhatian masyarakat sebagai langkah progresif dalam mengatasi sampah plastik dan memberdayakan narapidana.

“Lapas Kelas IIA Bukittinggi berharap keberhasilan program ini dapat menginspirasi lembaga serupa untuk mengembangkan inisiatif sejenis demi menciptakan dampak positif yang lebih besar bagi lingkungan dan masyarakat,” pungkas Kalapas.(pry)