METRO SUMBAR

Gubernur Sumbar Dukung Pemanfaatan Geotekstil, Pengurangan Abrasi dan Limbah

×

Gubernur Sumbar Dukung Pemanfaatan Geotekstil, Pengurangan Abrasi dan Limbah

Sebarkan artikel ini
Gubernur Mahyeldi saat memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh Bupati dan Walikota serta Kepala OPD se kabupaten dan kota, di Auditorium Gubernuran

PADANG, METRO–Gubernur Sumbar, Mahyeldi mendukung pengembangan dan pemanfaatan dan pengembangan potensi Geotekstil di Sumatera Barat pada sejumlah kawasan pantai dan danau di Sumatera Barat yang terancam abrasi seperti di kawasan pantai Muaro, Kawasan Pantai Sungai Limau,Kawasan Danau Maninjau,  Danau Singkarak, Kawasan Wisata Pantai Jati di Mentawai, dan lainnya.

Demikian yang diung­kapkan Gubernur Mahyeldi saat memimpin rapat koordinasi yang dihadiri oleh Bupati dan Walikota serta Kepala OPD se kabupaten dan kota, di Auditorium Gubernuran, Senin (23/5). Turut hadir juga da­lam rapat tersebut, konsultan dari PT. Sobo Rejo, PT. Geosinindo, dan PT. Geo­teknika Adhiyasa.

Menurut Gubernur, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah abrasi, diantara­nya penanaman mangro­ve dan pembangunan alat pemecah ombak di sekitar pantai. Tanaman mangrove berfungsi sebagai paru-paru dunia, tinggal­nya habitat flora dan fauna, hingga sebagai pe­ngendali bencana. “Kami (Pemprov) dan BNPB pusat beberapa waktu yang lalu telah merancang untuk menambah daratan dan menanami tanaman mangrove di kawasan pantai Padang hingga Pariaman. Termasuk daerah Pesisir Selatan, Padang Pariaman, Pasaman Barat, Kepulauan Mentawai dan seluruh da­erah yang dekat dengan kawasan perairan,” uja­r­nya.

Baca Juga  Hendrajoni Salurkan Delapan Ekor Sapi Kurban di Pessel

Mendukung hal tersebut, perwakilan konsultan dari PT. Sobo Rejo, Beni, mengatakan untuk me­ngatasi permasalahan ab­rasi, penggunaan karung geotekstil sebagai konstruksi pemecah ombak sangat baik dan cocok digunakan karena lebih efektif dari segi biaya dan waktu pengerjaan daripada konstruksi konvensional. Kelebihan dari Geotekstil sendiri lebih tahan terhadap scourcing (gerusan ombak) terhadap konstruksi di laut, dikarenakan sifat geotekstil yang fleksibel dan faktor berat dari ka­rung geotekstil tersebut.  “Teknologi karung geotekstil ini dipasang dibawah laut ini, mempunyai ba­nyak manfaat. Antara lain tidak mengganggu pemanda­ngan wisatawan, di­­sam­ping itu teknologi ini dapat mengurangi abrasi dan menciptakan reklamasi a­lami. Di mana garis pantai semakin bertambah dan meluas ke arah laut,” tuturnya.

Selain permasalahan abrasi, Gubernur juga me­nyampaikan permasalahan pembuangan limbah yang ada di Kawasan Muaro dan Kawasan Danau Maninjau.  “Untuk penge­rukan sampah di dua kawasan tersebut perlu biaya yang cukup besar dan kita masih mengupayakan limbah-limbah tersebut akan dibuang ke mana,” ujar­nya.

Baca Juga  Bupati Ajak Masyarakat Gemar Membaca Al Quran

Dalam laporannya, Pem­prov Sumbar sudah mengajukan dana puluhan miliar ke Kementerian Kelautan dan Perikanan yang sampai sekarang belum terlaksana, sedangkan ke­dalaman Danau Maninjau dan Danau Singkarak akibat sedimen terus berku­rang. “Sudah terjadi penurunan kedalaman danau di kawasan tersebut karena berkurangnya sedimen, menumpuknya sampah, dan permasalahan lainnya. Begitu juga dengan Pantai Ulakan, yang berlokasi di Padang Pariaman yang terdapat longsor dan banjir yang mengakibatkan sedimen pantai terus ber­kurang,” tuturnya.

Oleh karena itu perlu­nya pemanfaatan Geosintetik, yang merupakan fasilitas penahanan limbah yang berfungsi untuk pe­misahan, drainase, filtrasi dan penguatan alat Geo­tekstil tersebut. “Geosintetik ini memiliki peranan penting dalam aplikasi pe­nahan limbah, karena serba guna, memiliki umur yang panjang, hemat biaya, dan memiliki sifat mekanik yang baik,” timpal­nya. (fan)