SOLOK, METRO – Gerbang batas wilayah Kota Solok terkesan kurang terawat. Tulisan selamat datang di Kota Solok pun hanya bermodalkan selembar kain spanduk yang kondisinya terlihat sudah lusuh dan usang.
Kondisi gerbang batas wilayah Kota Solok ini pun sempat menjadi sorotan DPRD dalam sidang paripurna. Namun hingga kini, kondisi gerbang batas kota masih belum tersentuh perhatian. Termasuk kondisi kain spanduk yang usang masih tampak setia menyapa pengunjung.
Seharusnya keberadaan gerbang wilayah menjadi simbol ketika memasuki wilayah Kota Solok. Dan semestinya juga memberikan kesan yang menarik bagi masyarakat luar yang datang ke Kota Solok.
Fraksi Restorasi Nurani Indonesia dalam sidang paripurna DPRD Kota Solok pernah menyoroti kondisi gerbang wilayah Kota Solok. Menurut Rusnaldi dari Fraksi Restorasi Nurani Indonesia, sebagai sebuah kota perlintasan, penegasan terhadap kesan daerah perlu diperkuat dengan gapura atau gerbang yang menarik.
Menurut Rusnaldi, pemerintah daerah seharusnya memberikan kesan karakter daerah yang menarik melalui pintu gerbang atau gapura yang ada diperbatasan daerah. “Kita cukup menyayangkan, seolah-olah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait tidak serius memperhatikan keindahan Kota Solok. Bahkan Gerbang perbatasan Kota Solok kalah dibanding gerbang sebuah sekolah,” tukas Rusnaldi.
Melihat kenyataan yang ada terangnya, upaya Pemko Solok memang tidak sebanding lurus dengan harapan, dimana Kota Solok akan menarik para pengunjung. Bahkan untuk menarik pengunjung, Pemko Solok cukup banyak melahirkan kegiatan setiap tahunnya.
Seperti kegiatan basikakeh roda basi, basi petiang merupakan salah satu kegiatan yang katanya mampu menarik perhatian masyarakat untuk datang ke Kota Solok. Apalagi, Kota Solok menegaskan dirinya sebagai sebuah kota tujuan wisata, bukan lagi hanya sebatas kota persinggahan.
Dengan letaknya jalur perlintasan, setidaknya menurut Rusnaldi, Kota Solok mampu memberikan kesan tersendiri ketika masyarakat melintas di Kota Beras Serambi Madinah ini. Setidaknya, masyarakat luar tahu kalau melihat suatu yang menarik mereka sadar kalau mereka telah berada di Kota Solok. “Dengan gerbang kota yang menarik tentu masyarakat luar akan lebih terkesan ketika mereka melintasi Kota Solok. Apalagi Kota Solok berkeinginan menjadi kota yang menarik untuk dikunjungi,” ujarnya. (vko)





