METRO NASIONAL

Netty PKS Minta Pemerintah Menerapkan Lockdown Total

×

Netty PKS Minta Pemerintah Menerapkan Lockdown Total

Sebarkan artikel ini
JELASKAN—Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani saat rapat menjelaskan situasi Covid-19 di Indonesia semakin menggila.

JAKARTA, METRO–Pemerintah telah mene­rap­kan kebijakan pemberl­a­kuan pembatasan kegiatan ma­syarakat (PPKM) berskala mikro dalam menekan pe­nu­laran Covid-19. Hal itu ter­tuang dalam Instruksi Men­teri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021 tentang perpan­jangan dan pengetatan PPKM berskala mikro.

Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetiyani Aher me­nilai PPKM berskala mikro tidak tepat di dalam menekan penularan Covid-19. Sebab, mobilitas masyarakat sulit ditahan dengan kebijakan PPKM skala mikro.

 Oleh karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta peme­rintah pusat menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk menekan lonjakan penularan Covid-19.  Toh, katanya, PSBB diatur melalui Undang-Undang No­mor 6 Tahun 2018 tentang Ke­karantinaan Kesehatan. Pada 31 Maret 2020, pemerintah menetapkan aturan lebih lanjut terkait PSBB melalui Peraturan Pemerintah No­mor 21 Tahun 2020.

Baca Juga  Kemendagri Ingatkan Pemda tak Menimbun Uang Daerah di Bank

“Pemerintah harus se­gera memberlakukan PSBB, bahkan lockdown total,” kata Netty dalam keterangan pers­nya, Rabu (23/6). Netty ber­harap pemerintah lebih tegas menerapkan aturan yang bisa mengajak mas­yarakat mematuhi protokol kesehatan demi menekan penularan Covid-19.

Apalagi jumlah kasus Co­vid-19 di Indonesia telah menembus angka lebih dari 2 juta pada Senin (21/6).

Dalam kurun waktu 24 jam, pemerintah melaporkan penambahan 14.536 kasus baru. Menurut Netty, apabila tak segera diambil kebijakan yang lebih ketat, maka kasus Covid-19 di tanah air makin buruk.  “Jangan sampai kita mengalami seperti India dan Malaysia yang kewalahan mengendalikan pandemi,” ungkapnya.

Baca Juga  Canangkan Tranformasi Digital, Sekretariat Jenderal DPD RI Luncurkan Logo Baru

Menurut dia, ketegasan perlu segera diterapkan pe­me­rintah menyusul banyak­nya anak-anak yang terpapar Covid-19.

Berdasar data yang dida­pat­kan alumnus Universitas Indonesia itu, Jakarta men­ca­tatkan penambahan ka­sus harian sebanyak 5.582 ka­sus dengan 879 di antara­nya ialah anak-anak.  “Pe­merintah tidak boleh lamban bertindak guna mengan­tisi­pasi antrian, bahkan pe­num­pukan pasien di IGD karena ruang perawatan penuh,” pungkas Netty. (ast/jpnn)