METRO PADANG

Awal Juli, Trans Padang Koridor V Mengaspal, Kesepakatan Belum Tercapai, Koridor VI Ditunda

×

Awal Juli, Trans Padang Koridor V Mengaspal, Kesepakatan Belum Tercapai, Koridor VI Ditunda

Sebarkan artikel ini
Yudi Indra Sani Kepala Dishub Kota Padang.

MATA AIR, METRO–Trans Padang menambah pela­yanan transportasi dengan mem­buka Koridor 5 dengan rute Pasar Raya-Indarung dan Koridor 6 rute Pasar Raya -Kampus Unand. Diren­canakan awal Juli ini, Koridor 5 akan segera mengaspal, sementara untuk Koridor VI pengoperasiannya masih ditunda.

Kepala Dinas Perhubungan (Dis­hub) Kota Padang, Yudi Indra Sani saat dihubungi POS­ME­TRO,­ mengatakan belum dapatnya bus Trans Pa­dang koridor 6 jurusan Pa­sar Raya – Limau Manih me­nyebabkan peng­ope­rasian­nya tertunda. Selain itu juga ada masalah kese­pakatan antara masing- ma­sing pengusaha yang akan menjalankan bus ter­sebut.

“Bus untuk koridor ini yang beli bukan Pemko. Namun pengusaha yang tergabung dalam sebuah konsorsium. Sehingga perlu ada kesepakatan dari masing-masing mereka,” ujar Yudi Indra, Kamis (30/6).

Ia menargetkan, bus Trans Padang koridor VI pada awal Agustus atau akhir Juli mendatang berharap ada titik terang, dan hitung-hitungan antara pe­ngu­saha tuntas.

“Kita maunya kedua koridor (Koridor 5 dan 6) sama-sama mengaspal. Namun kendala masih ada, sehingga hanya satu koridor yang bisa dioperasionalkan,” paparnya.

Baca Juga  Proyek Tepat Waktu, Wako dan Wawako Tinjau Perbaikan SMP Negeri 9 Pariaman

Dijelaskan, untuk rute Pasar Raya – Indarung (Koridor V) ada 10 unit bus. Semua sarana dan prasarana pendukung pun sudah oke, tinggal launchingnya saja.

Khusus untuk Koridor 5 (Pasar Raya-Indarung) disediakan 40 titik halte bus. Jarak antara satu halte dengan halte lainnya kisaran 1 kilometer. Namun, itu tidak sama. Karena halte tersedia disejumlah titik startegis, seperti di dekat sekolah, perkantoran, dan juga minimarket.

“Halte berada di titik keramaian. Jika di sana ada sekolah, pasti tersedia halte Trans Padang. Jadi kita tak bisa mengambil jarak pastinya. Semua kan sudah ditinjau untuk halte-halte ini,” ulas Yudi Indra.

Di sisi lain, Yudi Indra menjelaskan, , interior bus baru untuk Trans Padang juga akan tampil berbeda, dan akan lebih mengutamakan kenyamanan para penumpang. Kemudian, halte bus juga lebih rendah dibandung dari bus-bus yang sebelumnya. Sehingga penumpang bisa langsung naik tanpa naik ke tempat yang lebih tinggi.

“Rambu-rambu dan hal­te telah dipasang. Ukuran halte low deck dan ti­dak sama dengan yang se­be­lumnya,” ucap mantan Sekretaris Dishub kota Padang ini.

Baca Juga  Di Tengah Perjuangan Pemerintah Melawan Pandemi, Pemilik Kafe masih Nekat Gelar Party,  Abaikan Prokes di Kota Padang

Ia juga menambahkan, untuk perekrutan tenaga operasional, langsung dike­lola oleh PSM. Perekrutan ju­ga melibatkan puluhan pe­ngusaha atau pemilik angkot yang beroperasi di daerah tersebut. “Sopir dan pramugara telah ada. Mereka yang bekerja atau direkrut tentu hasil kesepakatan antara pengusaha. Rekrutmen diserahkan pada konsorsium,” ulas Yudi. Kemudian, untuk angkot, masih tetap diizinkan beroperasi.

Terpisah, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Padang, Surya Jufri meminta kepada PSM, Dishub untuk segera mempersiapkan halte dan sarana lainnya secara lengkap. Agar pelayanan pada penumpang tidak terganggu dan pengoperasian berjalan dengan baik.

“Saat ini kita tidak lihat satu pun halte terpasang. Gimana warga akan naik,” ujar Bitel yang juga Anggota Komisi III DPRD Padang ini.

Terkait pada koridor V yang akan jalan lanjutnya, Dishub mesti carikan solusi bagi angkot yang tidak masuk dalam kelompok peremajaan.

“Mereka butuh makan dan menghidupi keluarga. Jangan sampai tidak diperhatikan pula. Jumlahnya angkot saat ini ada sekitar 150 unit,” paparnya. (ade)