METRO PADANG

Andre Rosiade: Komisi VI DPR Dorong Transformasi Bisnis ID FOOD Perkuat Produksi Nasional dan Stabilitas Pangan

×

Andre Rosiade: Komisi VI DPR Dorong Transformasi Bisnis ID FOOD Perkuat Produksi Nasional dan Stabilitas Pangan

Sebarkan artikel ini
EVALUASI KINERJA KORPORASI— Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memimpin Rapat Dengar Pendapat bersama Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD Ghimoyo dan jajaran subholding di Gedung DPR RI, Senin (30/3/2026), dalam rangka evaluasi kinerja korporasi tahun 2025 serta pembahasan roadmap pengembangan usaha tahun 2026.

JAKARTA, METROWakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade memimpin Rapat Dengar Pendapat bersama Direktur Utama PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero)/ID FOOD Ghimoyo dan jajaran subholding di Gedung DPR RI, Senin (30/3/2026), dalam rangka evaluasi kinerja korporasi tahun 2025 serta pembahasan roadmap pengembangan usaha tahun 2026.

Dalam rapat tersebut, Andre Rosiade menyampaikan, Komisi VI DPR RI menerima dan mengapresiasi paparan kinerja ID FOOD sekaligus mendorong transformasi bisnis perusahaan agar semakin memperkuat produksi pangan dalam negeri serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.

“Komisi VI juga menekankan pentingnya pe­nguatan dukungan operasional terhadap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih melalui peningkatan rantai pasok, logistik, dan pendampingan usaha guna memperkuat ekosistem pangan nasional dari tingkat desa,” kata Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR ini.

Baca Juga  Kolaborasi PT Semen Padang-DLH Sumbar, Langkah Konkret dalam Mitigasi Emisi Gas Rumah Kaca

Selain itu, kata Andre, DPR meminta ID FOOD memperkuat kemitraan dengan petani dan pelaku usaha lokal secara konkret serta meningkatkan efektivitas sistem distribusi nasional melalui optimalisasi cold chain, pergudangan, dan armada logistik agar disparitas harga antarwilayah dapat ditekan.

“Komisi VI juga menilai ID FOOD perlu mengoptimalkan perannya sebagai stabilisator harga pangan dengan indikator kinerja yang jelas dan terukur, khususnya dalam pengendalian inflasi pangan dan stabilitas komoditas strategis nasional,” kata Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.

Dalam paparannya, Di­rektur Utama ID FOOD Ghimoyo menjelaskan bah­wa perusahaan terus memperbaiki performa ke­uangan sejak mengalami tekanan pada 2021. Kerugian yang sebelumnya mencapai Rp823 miliar berhasil ditekan secara bertahap hingga menjadi Rp298 miliar pada 2022 dan Rp194 miliar pada 2023, meskipun kembali melebar menjadi Rp231 miliar pada 2024.

Baca Juga  Hilangnya Empati, Surat Edaran Gubernur dan Wako Diabaikan, Berpesta di Tengah Duka, Kembang Api di Pantai Padang

“Untuk tahun 2026, ID FOOD menargetkan pe­ningkatan kinerja keua­ngan melalui proyeksi ke­naikan pendapatan sebesar 31 persen menjadi Rp35,9 triliun dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar Rp27,4 triliun,” kata Ghimoyo.

Andre Rosiade mengatakan, Komisi VI DPR RI memberikan dukungan terhadap penguatan pendanaan ID FOOD, termasuk melalui skema subsidi bunga dan keterlibatan perusahaan dalam program bantuan pangan pemerintah sebagai bagian dari strategi memperkuat ke­tahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (*)