AGAM, METRO – Untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan para pebalap Tour de Singkarak (TdS), BPBD Agam telah menyiagakan alat berat di kawasan rawan longsor. Dengan begitu, jika terjadi longsor, upaya pembersihan lebih cepat dilaksanakan sehingga tidak menganggu jalannya event internasional tersebut.
“Alat berat kita siagakan di kelok 44 dan Kecamatan Palupuh karena itu merupakan daerah rawan longsor saat curah hujan tinggi,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Agam, Lutfi saat diminta keterangan, Minggu (3/11).
Selain menurunkan alat berat, jelas Lutfi, pihaknya juga menyiagakan Satgas, tim reaksi cepat dengan memakai mesin pemotong kayu untuk membersihkan pohon yang tumbang. Kendati demikian, pihaknya sebelum itu sudah melakukan antisipasi dengan menurunkan tim untuk memotong kayu yang berpotensi tumbang.
Terkait etape dan rute yang akan dilalui para pebalap nanti di sejumlah wilayah Agam yaitu, etape II, III dan V. Pada etape II start di Kantor Bupati Pasaman melalui Kecamatan Palupuh, Tilatang Kamang dan finis di Jam Gadang Kota Bukittinggi, pada tanggal 3 November.
Kemudian, pada etape III start di Lembah Harau Kabupaten 50 Kota melalui Kecamatan Baso, Canduang, Ampek Angkek, Sungai Pua dan finish di Kota Padang Panjang, pada tanggal 4 November.
Sementara itu, untuk etape V kecamatan yang paling banyak di lalui, yakni start di Kota Payakumbuh melalui Kecamatan Baso, Canduang, Ampek Angkek, Banuhampu, Padangpariaman, Tanjung Mutiara, Lubuk Basung, Tanjung Raya dan finis di Matur Ambun Pagi, pada tanggal 6 November.
Ia menjelaskan, dari kabupaten/kota di Sumbar, Kabupaten Agam merupakan daerah yang paling banyak dilalui pebalap TdS. “Maka sebuah penghargaan dan kesempatan bagi kita untuk mempromosikan daerah ke mata dunia,” pungkas Lutfi. (pry)






