SAWAHLUNTO, METRO— Pemerintah Kota Sawahlunto melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan akan menggelar Festival Literasi Kota Sawahlunto 2026. Kegiatan akbar literasi ini akan berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, 14 – 16 Oktober 2026, mulai pukul 07.30 WIB sampai selesai, bertempat di Perpustakaan Umum M. Yamin, Talawi.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kota Sawahlunto, Afrizon menyampaikan, festival tahun ini mengusung tema “Literasi Menghidupkan Sawahlunto, Kreativitas Menggerakkan Masa Depan”. Tema tersebut dipilih sebagai komitmen untuk menjadikan literasi sebagai motor penggerak kebangkitan Kota Warisan Dunia UNESCO tersebut. “Festival Literasi ini bukan sekadar acara seremonial. Ini adalah gerakan. Kita ingin menghidupkan kembali semangat literasi di tengah masyarakat, terutama generasi muda, dan menjadikan kreativitas sebagai penggerak masa depan Sawahlunto,” ujar Afrizon, Senin (5/10).
Menurut Afrizon, Festival Literasi 2026 didukung penuh oleh Wali Kota Sawahlunto Riyanda Putra, S.IP, Wakil Wali Kota H. Jeffry Hibatullah, serta Bunda Literasi Kota Sawahlunto, Ny. Yori Riyanda. Kegiatan ini juga berkolaborasi dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Salah satu agenda utama yang paling dinantikan adalah Gelar Wicara dan Bedah Buku bersama Duta Baca Nasional, Gol A Gong. Penulis legendaris yang juga Duta Baca Indonesia tersebut akan berbagi inspirasi dan motivasi literasi kepada masyarakat Sawahlunto.
Selain itu, festival akan dimeriahkan oleh sejumlah tokoh literasi dan pegiat kreatif Sumatera Barat dan nasional, di antaranya Willy Pangeran, Muhammad Fadli, Dian Hasfera, Muhammad Subhan, penulis cilik berbakat Ayumi Zakiyah H, serta penampilan dari Sawahlunto Youth Movement.
Arpizon menjelaskan, rangkaian kegiatan Festival Literasi dirancang inklusif dan meriah untuk semua kalangan Agenda Utama Festival, Gelar Wicara dan Bedah Buku bersama Duta Baca Nasional, Bimtek Literasi Informasi, Lomba Mewarnai SLB se-Kota Sawahlunto, Penampilan Seni Siswa, Penampilan Sanggar Seni, Live Music, Stand UMKM
Bazar Buku, Musik Kim, Senam Bersama. “Kita ingin perpustakaan menjadi ruang publik yang hidup dan menyenangkan. Ada bazar buku dengan harga terjangkau, ada stand UMKM untuk menggerakkan ekonomi kreatif, ada lomba mewarnai untuk anak-anak SLB sebagai bentuk literasi inklusif, hingga penampilan seni dan budaya dari sanggar dan siswa-siswa di Sawahlunto,” terang Arpizon.
Ia menambahkan, pemilihan lokasi di Perpustakaan Umum M. Yamin Talawi juga strategis untuk pemerataan akses literasi. Pihaknya mengundang seluruh masyarakat, pelajar, mahasiswa, komunitas literasi, guru, dan pegiat UMKM untuk hadir dan meramaikan festival selama tiga hari tersebut “Literasi adalah fondasi kemajuan. Dari Talawi, kita ingin menyalakan cahaya literasi untuk Sawahlunto dan Indonesia,” tutupnya. (pin)






