PARIAMAN, METRO— Pemerintah Kota Pariaman terus berupatar untuk melestarikan Baju Kuruang Basiba. Hal tersebut dibuktikan dengan pelaksanaan karnaval Baju Kuruang Basiba dalam rangkaian Festival Literasi Budaya Tahun 2026 yang dilepas oleh Bunda Literasi Kota Pariaman, Yosnely Balad melepas di Halaman Balai Kota Pariaman, kemarin. Bunda Literasi Kota Pariaman, Yosneli Balad, usai pelepasan karnaval menyampaikan rasa bangganya dapat berada di tengah-tengah Bundo Kanduang, para pendidik, pegiat literasi, orang tua, anak-anak, dan generasi muda yang mengenakan Baju Kuruang Basiba. ”Hari ini, mata dan hati kita dimanjakan oleh keindahan dan keturunan keanggunan warisan leluhur kita. Melalui Karnaval Baju Kuruang Basiba yang dilaksanakan sebagai bagian dari Festival Literasi Budaya, kita tidak hanya sedang menyaksikan sebuah parade busana adat, tetapi sedang membaca kembali lembaran-lembaran sejarah dan nilai-nilai luhur bangsa,”ujarnya.
Baju Kuruang Basiba bukan sekadar pakaian. Di dalam lipatan ketiaknya (basiba), dalam garis potongannya yang lapang dan santun, tersimpan makna keanggunan, martabat, kerendahan hati, serta kehormatan seorang perempuan Minangkabau. Inilah bentuk nyata dari Literasi Budaya, kemampuan untuk memahami, memaknai, dan melestarikan simbol-simbal kearifan lokal agar tidak tergerus oleh zaman. ”Literasi bukan hanya tentang membaca teks di atas kertas atau layar digital. Literasi adalah cara kita membaca kehidupan, mengenal identitas, dan merawat warisan budaya. Ketika anak-anak dan generasi muda kita memakai dan menyaksikan Baju Kuruang Basiba ini, mereka sedang belajar memahami nilai kepatutan dan kebanggaan akan jati dirinya,” tambahnya.
Karnaval Baju Kuruang Basiba yang diikuti oleh beberapa organisasi, SMP, SMA, Persatuan Guru SD dan Guru PAUD yang ada di Kota Pariaman serta Bundo Kanduang Kanagarian Pauh Kambar, Kabupaten Padang Pariaman juga dihadiri oleh, Ketua GOW Kota Pariaman, Ny.Dina Mulyadi, Ketua DWP Kota Pariaman, Ny.Nelvia Azhar, Kepala OPD dilingkungan Pemko Pariaman. ”Saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, peserta, tokoh adat, serta masyarakat yang hadir dan berpartisipasi dengan penuh semangat. Mari kita berjalan bersama, membawa kebanggaan budaya, memancarkan nilai kesantunan, dan membumikan literasi di setiap jengkal kehidupan masyarakat kita,” tutupnya.(efa)






