SIJUNJUNG, METRO— Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sijunjung menggagas langkah inovatif dalam mendekatkan diri dengan masyarakat hukum adat. Langkah ini dibuktikan melalui kehadiran dan dukungan penuh BAZNAS Sijunjung dalam kegiatan seni tradisional Salawat Dulang yang digelar di Masjid Jabal Nur, Nagari Sijunjung, pada Kamis (1/10).
Kehadiran lembaga amil zakat ini bukan sekadar menghadiri undangan, melainkan menjadi bentuk aktualisasi nyata dari konsep hybrid legitimacy yang tengah gencar diusung.
Melalui konsep ini, Baznas Sijunjung memadukan legitimasi formal regulasi zakat dengan legitimasi kultural-tradisional yang hidup di tengah masyarakat nagari.
Acara keagamaan sekaligus pelestarian budaya ini berlangsung semarak dengan menampilkan dua grup salawat dulang.
Kegiatan dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan Baznas Kabupaten Sijunjung, di antaranya Plh.Ketua Lindo Karsyah, Wakil Ketua II Mardiwan Arraisi, dan Kepala Pelaksana Han Aidi Akbar.
Turut hadir pula pejabat kecamatan, perangkat wali nagari, segenap ninik mamak, hingga anak kemenakan di Nagari Sijunjung.
Kehadiran Baznas Sijunjung dalam pentas shalawat dulang ini merupakan manifestasi dari syiar dakwah lewat kesenian tradisional.
“Baznas meyakini bahwa pendekatan kultural sangat efektif untuk menyampaikan pesan-pesan kepedulian sosial dan syariat zakat kepada masyarakat luas,” ungkap Lindo Karsyah.
Lebih dari itu, momentum ini sengaja dimanfaatkan sebagai pintu untuk membangun komunikasi yang lebih luas dengan kalangan adat.
“Melalui kolaborasi berbasis hybrid legitimacy ini, kita berharap dapat memperkuat sinergi dengan pemangku adat dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah demi mengentaskan kemiskinan dan mengatasi persoalan sosial-ekonomi di tingkat nagari,” tutur Lindo Karsyah. (ndo)






