AGAM/BUKITTINGGI

Kemenekraf RI Gelar Pelatihan Batik Kreasi di Bukittinggi

×

Kemenekraf RI Gelar Pelatihan Batik Kreasi di Bukittinggi

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN— Kemenekraf RI menggelar Pelatihan Kriya “Kreasi Batik Lokal” di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, pada Jumat (25/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ekraf Peduli (Pulih Bersama, Bangkit Berdaya) itu diikuti sebanyak 150 peserta.

BUKITTINGGI, METRO— Kementerian Ekonomi Krea­­tif (Kemen Ekraf) RI me­ng­gelar Pelatihan Kriya “Krea­si Batik Lokal” di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, pada Jumat (25/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ekraf Peduli (Pulih Bersama, Bangkit Berdaya) itu diikuti sebanyak 150 peserta.

Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemen Ekraf RI, R. Adi Mukhtar Rivai, dalam kesempatan itu menjelaskan pelatihan tersebut merupakan salah satu implementasi Program Akselerasi Produk Kriya (KRIYASI) sekaligus bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana.

“Kami dari Kementerian Ekonomi Kreatif Badan Eko­nomi Kreatif melalui Pusat Pengembangan SDM Ekraf melaksanakan pelatihan Kriya Batik Lokal. Ini merupakan implementasi program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini ma­sya­rakat di Bukittinggi pulih bersama, bangkit berdaya,” kata Adi.

Baca Juga  Pengurus DPD Hipertani Agam Periode 2024-2029 Dilantik, Bupati Harapkan Sektor Pertanian Lebih Maju dan Berkembang

Ia mengatakan, sebelumnya Kemenekraf juga meng­gelar kegiatan serupa di Kabupaten Pasaman berupa pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi.

Menurut Adi, peserta pelatihan di Bukittinggi nantinya akan melalui proses kurasi. Dari 150 peserta, sebanyak 10 orang terbaik akan dipilih untuk mengikuti program lanjutan berupa residensi selama satu minggu di Solo.

“Kalau di sini nanti para masyarakat peserta ini akan kita kurasi. Dari 150 orang dikurasi 10 peserta yang nanti akan ada program lanjutan yaitu residensi di Solo selama satu minggu,” ujarnya.

Pelatihan berlangsung selama satu hari dan dibuka serta ditutup oleh Adi Mukhtar Rivai. Materi sesi pertama disampaikan oleh Sania Sari mengenai teknik produksi batik, sedangkan sesi kedua diisi Widdiyanti dengan materi desain motif batik.

Sementara itu, Kepala Bi­dang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Hendri Yeni, mengatakan pemerintah kota telah mendata 296 pelaku ekonomi kreatif sejak 2017.

Baca Juga  Sebanyak 103 Siswa SMK Bukittinggi Genus Diwisuda

Menurutnya, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap seluruh pelaku ekonomi kreatif tersebut dapat memperoleh perlindungan Hak atas Ke­kayaan Intelektual (HAKI).

“Dananya sudah dianggarkan di Pemko Bukittinggi untuk tahun 2027 untuk pen­daftaran HAKI ini, kami berharap Kementerian Eko­nomi Kreatif terus melakukan pembinaan di Kota Bukittinggi,” kata Hendri Yeni.

Menurutnya, minat ma­sya­rakat terhadap pelatihan cukup tinggi sehingga jumlah peserta berpotensi melebihi kuota apabila tidak dibatasi.

Salah seorang peserta, Reni, berharap pelatihan ter­sebut dapat menambah pe­nge­tahuan dan pengalaman untuk mengembangkan usahanya.

“Saya pun berminat dan berharap usaha saya didaftarkan HAKI-nya, saya berharap pelatihan dapat memperluas wawasan sekaligus mendukung pengembangan usaha,” kata Reni. (pry)