BUKITTINGGI, METRO— Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemen Ekraf) RI menggelar Pelatihan Kriya “Kreasi Batik Lokal” di Istana Bung Hatta, Kota Bukittinggi, pada Jumat (25/9). Kegiatan ini merupakan bagian dari program Ekraf Peduli (Pulih Bersama, Bangkit Berdaya) itu diikuti sebanyak 150 peserta.
Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekonomi Kreatif Kemen Ekraf RI, R. Adi Mukhtar Rivai, dalam kesempatan itu menjelaskan pelatihan tersebut merupakan salah satu implementasi Program Akselerasi Produk Kriya (KRIYASI) sekaligus bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana.
“Kami dari Kementerian Ekonomi Kreatif Badan Ekonomi Kreatif melalui Pusat Pengembangan SDM Ekraf melaksanakan pelatihan Kriya Batik Lokal. Ini merupakan implementasi program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di tiga provinsi terdampak bencana. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini masyarakat di Bukittinggi pulih bersama, bangkit berdaya,” kata Adi.
Ia mengatakan, sebelumnya Kemenekraf juga menggelar kegiatan serupa di Kabupaten Pasaman berupa pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi kompetensi.
Menurut Adi, peserta pelatihan di Bukittinggi nantinya akan melalui proses kurasi. Dari 150 peserta, sebanyak 10 orang terbaik akan dipilih untuk mengikuti program lanjutan berupa residensi selama satu minggu di Solo.
“Kalau di sini nanti para masyarakat peserta ini akan kita kurasi. Dari 150 orang dikurasi 10 peserta yang nanti akan ada program lanjutan yaitu residensi di Solo selama satu minggu,” ujarnya.
Pelatihan berlangsung selama satu hari dan dibuka serta ditutup oleh Adi Mukhtar Rivai. Materi sesi pertama disampaikan oleh Sania Sari mengenai teknik produksi batik, sedangkan sesi kedua diisi Widdiyanti dengan materi desain motif batik.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pariwisata Kota Bukittinggi, Hendri Yeni, mengatakan pemerintah kota telah mendata 296 pelaku ekonomi kreatif sejak 2017.
Menurutnya, Pemerintah Kota Bukittinggi berharap seluruh pelaku ekonomi kreatif tersebut dapat memperoleh perlindungan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI).
“Dananya sudah dianggarkan di Pemko Bukittinggi untuk tahun 2027 untuk pendaftaran HAKI ini, kami berharap Kementerian Ekonomi Kreatif terus melakukan pembinaan di Kota Bukittinggi,” kata Hendri Yeni.
Menurutnya, minat masyarakat terhadap pelatihan cukup tinggi sehingga jumlah peserta berpotensi melebihi kuota apabila tidak dibatasi.
Salah seorang peserta, Reni, berharap pelatihan tersebut dapat menambah pengetahuan dan pengalaman untuk mengembangkan usahanya.
“Saya pun berminat dan berharap usaha saya didaftarkan HAKI-nya, saya berharap pelatihan dapat memperluas wawasan sekaligus mendukung pengembangan usaha,” kata Reni. (pry)






