AGAM/BUKITTINGGI

Pemko Bukittinggi Antarkan Bantuan Peduli Bencana Banjir Solok

×

Pemko Bukittinggi Antarkan Bantuan Peduli Bencana Banjir Solok

Sebarkan artikel ini
AKSI SOLIDARITAS— Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar aksi kemanusian serta solidaritas dan peduli terhadap korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok. Sejumlah Bantuan diantarkan dipimpin langsung Wali Kota (Wako) ke lokasi bencana, Sabtu (26/9).

BUKITTINGGI, METRO— Pemerintah Kota Bukittinggi menggelar aksi kemanusian serta solidaritas dan peduli terhadap korban bencana banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok. Sejumlah Bantuan diantarkan dipimpin langsung Wali Kota (Wako) ke lokasi bencana, Sabtu (26/9).

“Kami segenap Pemerintah Kota Bukittinggi turut  berduka cita atas bencana yang menimpa warga serta Pemerintah Kabupaten Solok. Semoga bantuan yang kami berikan dapat meringankan beban korban, bantuan kita kumpulkan dari ASN dan ma­sya­rakat Bukittinggi,” kata Wako Ramlan.

Di lokasi, Pemkot Bukittinggi menyerahkan bantuan be­rupa peralatan rumah tangga, seperti magic com, kompor gas, termos air, kuali dan peralatan shalat.

Selain itu, Baznas Bukittinggi juga memberikan bantuan Rp10 juta dalam bentuk 30 tabung gas serta 20 paket penanak nasi.

Sebagai bentuk kepe­du­lian, Pemkot Bukittinggi membawa dan menyalurkan bantuan serta donasi untuk korban terdampak banjir bandang dan juga memberikan dukungan sosial bagi Pemerintah Kabupaten Solok.

Ramlan juga menemui lang­sung warga terdampak bencana bersama Bupati Solok, Jon Firman Pandu. Ia berpesan pada korban agar tetap sabar dalam menghadapi situasi yang ada.

Baca Juga  Wabup Agam Teken Komitmen Bersama Tangani Kasus Stunting

“Yakinlah, pemerintah akan­ selalu hadir di tengah masyarakat. Wapres RI sudah datang, Gubernur, Wakil Gubernur, Kepala Daerah se Sumbar. Kita semua akan bergan­dengan tangan untuk mem­bantu menyelesaikan persoalan yang ada” kata Wako.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, mengapresiasi kepe­du­lian dari Pemerintah Kota Bukittinggi. Bantuan dan donasi yang diberikan, tentu sangat bermanfaat bagi warga yang menjadi korban terdampak bencana banjir bandang.

“Kami ucapkan terima ka­sih atas perhatian dan ke­pe­dulian Pemerintah Kota Bu­kittinggi. Kebersamaan yang dijalin, tentu dapat memberikan semangat bagi kami Pem­kab Solok, untuk segera bangkit dan membantu serta melayani warga, terutama mereka yang terdampak,” katanya.

Ia mengatakan dengan perhatian dari Pemkot dan warga Bukittinggi, berarti warga Solok tidak sendirian menghadapi musibah.

Bupati Solok menjelaskan, banjir bandang terjadi Senin, 21 September 2026, sekitar pukul 20.00 WIB. Akibat mu­sibah itu, dua orang meninggal dunia, setelah dikabarkan hilang saat bencana terjadi.

Tim gabungan menemukan korban pertama dalam kondisi meninggal pada hari pertama pencarian, sementara korban kedua juga berhasil ditemukan pada hari kelima operasi SAR, Jumat (25/09).

Baca Juga  Tumbuhkan Jiwa Kewirausahaan, Sekolah IT Al Madaniy Gelar Market Day

Selain itu, Pemkab Solok juga mendata, satu orang mengalami luka berat dan tiga orang luka ringan. Sebanyak 480 warga terdampak, dengan sebagian mengungsi secara mandiri ke rumah keluarga maupun ke sejumlah lokasi pengungsian.

Banjir bandang yang melanda Kabupaten Solok, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur. Enam gedung perkantoran, fasilitas kesehatan, tempat ibadah, kendaraan, jembatan, sawah, lahan kering serta puluhan rumah warga mengalami kerusakan berat.

“Total kerugian sementara yang ditaksir mencapai sekitar Rp300 miliar, untuk penanganan darurat, Pemkab Solok menetapkan status tanggap da­rurat bencana sejak 22 Sep­tem­ber hingga 5 Oktober 2026,”­ kata Jon Pandu.

Penanganan difokuskan pada pencarian korban, eva­kuasi warga, pengoperasian posko dan dapur umum, pembersihan jalan, sungai dan fasilitas pemerintahan, pendistribusian logistik, pelayanan warga yang terluka serta koordinasi lintas pemerintahan. Peristiwa banjir bandang ini, terjadi setelah hujan berintensitas tinggi melanda Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok yang mengakibatkan debit Sungai Batang Laso meluap hingga ke permukiman dan perkantoran. (pry)