AGAM/BUKITTINGGI

Perkuat Program Bangkik Dari Surau, Bupati Agam Buka Pelatihan Imam dan Dai

×

Perkuat Program Bangkik Dari Surau, Bupati Agam Buka Pelatihan Imam dan Dai

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN— Bupati Agam, Benni Warlis, secara resmi membuka Pelatihan Imam dan Dai di Aula Hotel Sultan, Kecamatan Ampek Angkek, Rabu (23/9).

AGAM, METRO— Bupati Agam, Ir H Benni Warlis MM Dt Tan Batuah, secara resmi membuka Pelatihan Imam dan Dai di Aula Hotel Sultan, Kecamatan Ampek Angkek, Rabu (23/9).

Kegiatan yang berlangsung se­lama tiga hari, 23-25 September 2026, tersebut diikuti para imam dan dai dari empat kecamatan, yakni Keca­matan Ampek Angkek, Banuhampu, Sungai Pua, dan Malalak.

Pelatihan ini merupakan bagian dari pokok-pokok pikiran (pokir) Ketua DPRD Kabupaten Agam, Ilham, sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan kapasitas para imam dan dai dalam menjalankan peran keagamaan di tengah ma­sya­rakat.

Panitia pelaksana, Zufren, me­nga­takan kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mendukung program Pemerintah Kabupaten Agam melalui gerakan “Bangkik dari Su­rau”. “Melalui pelatihan ini, kita ingin mendorong imam dan dai agar semakin profesional dalam ibadah dan santun dalam dakwah,” ujarnya.

Menurutnya, peningkatan kapa­si­tas imam dan dai penting dilakukan agar peran mereka tidak hanya sebatas memimpin ibadah dan me­nyampaikan ceramah, tetapi juga mampu menjadi pembimbing serta penggerak kehidupan keagamaan masyarakat.

Baca Juga  10.000 Wisatawan Kunjungi TMSBK saat Libur Imlek

Sementara itu, Bupati Agam, Benni Warlis, mengatakan penguatan peran imam dan dai merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Agam Madani, salah satunya melalui program “Bangkik dari Su­rau”.

Ia menekankan, tantangan ke­hi­dupan saat ini semakin kompleks, terutama bagi generasi muda yang berhadapan dengan berbagai penga­ruh negatif dari lingkungan maupun perkembangan teknologi dan infor­masi.

“Kita memiliki kekhawatiran ter­ha­dap generasi muda yang saat ini banyak mendapatkan pengaruh negatif dari lingkungan dan per­kem­bangan zaman. Karena itu, pening­katan peran dai dan mubaligh menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditunda,” ujarnya.

Menurut Bupati, terdapat tiga aspek penting yang perlu terus ditingkatkan oleh para dai dan mubaligh. Pertama, penguasaan substansi dan kedalaman ilmu ke­aga­maan. Kedua, kemampuan da­lam metode dakwah. Ketiga, peman­faatan teknologi sebagai sarana memperluas jangkauan dakwah.

Dikatakannya, dakwah di tengah masyarakat tidak boleh dilakukan secara kaku. Para dai dituntut mampu menghadirkan pendekatan yang santun, merangkul dan sesuai de­ngan kondisi masyarakat.

“Dakwah harus mampu me­rang­kul. Metode dan pendekatan yang digunakan harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tan­pa meninggalkan substansi dan nilai-nilai agama,” katanya.

Baca Juga  2 Hektare Lahan Sawit Terbakar

Ia berharap pelatihan tersebut dapat menjadi momentum bagi para imam dan dai untuk mengasah kembali strategi, metode, serta wawasan dakwah, sehingga mampu menghadirkan dakwah yang semakin relevan, efektif dan memberikan dampak luas bagi masyarakat.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa penguatan kehidupan ke­aga­maan merupakan bagian dari upaya bersama mewujudkan masyarakat Agam yang madani, berkarakter dan berlandaskan nilai-nilai agama.

“Semangat kita adalah me­wu­judkan Agam Madani melalui Bangkik dari Surau. Mudah- mudahan dengan penguatan peran imam dan dai, cita-cita mewujudkan Agam Madani dapat kita capai bersama,” harap­nya.

Ia menambahkan, semangat tersebut sejalan dengan filosofi kehidupan masyarakat Mi­nang­kabau, yakni “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” (ABS-SBK), yang menempatkan nilai aga­ma sebagai landasan dalam ke­hidupan bermasyarakat dan ber­budaya.

Dengan demikian, keberadaan imam dan dai diharapkan tidak hanya menjadi penggerak aktivitas keagamaan, tetapi juga mampu menjadi teladan, pembimbing dan perekat kehidupan sosial masyarakat di tengah perubahan zaman. (pry)