METRO SUMBAR

Kodaeral II Turunkan 30 Personel, Percepat Pemulihan Galodo Solok

×

Kodaeral II Turunkan 30 Personel, Percepat Pemulihan Galodo Solok

Sebarkan artikel ini
BANTU PEMULIHAN – Asops Dankodaeral II Kolonel Laut (P) Hendra Dwinanto melepas 30 personel Satgas Penanggulangan Bencana Alam Kodaeral II untuk membantu pembersihan dan pemulihan kawasan terdampak galodo di Arosuka, Kabupaten Solok, Rabu (23/9).

PADANG, METRO— Upaya pemulihan pascabanjir bandang dan tanah longsor atau galodo yang menerjang kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, terus diperkuat. Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) II mengerahkan 30 personel Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Alam (Satgas Gulbencal) untuk membantu membersihkan dan memulihkan sarana serta prasarana yang terdampak bencana.

Tim tersebut diberangkatkan setelah dilepas Asisten Operasi Komandan Kodaeral (Asops Dankodaeral) II Kolonel Laut (P) Hendra Dwinanto, S.H., M.Tr.Opsla, yang mewakili Dankodaeral II Laksamana Muda TNI Sarimpunan Tanjung, di Lapangan Apel Mako Ko­daeral II, Rabu (23/9).

Tim yang dipimpin Wakil Komandan Satgas (Wadan Satgas) Mayor Laut (P) Endang Mulyana itu ditugaskan membantu penanganan dampak bencana di wilayah Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok, Arosuka, Kecamatan Gunung Talang.

Kadispen Kodaeral II Letkol Laut (P) Rizaldy me­ngatakan, pengerahan personel tersebut merupakan bagian dari kepedulian TNI dalam membantu ma­syarakat yang terdampak bencana.

Baca Juga  Wakili Padang Panjang, Tim Provinsi Nilai LPM Kampung Manggis

“Sebagai wujud ke­pedulian dan dalam rangka peran operasi militer selain perang (OMSP), Kodaeral II menerjunkan personel Satgas guna membantu penanggulangan bencana bersama segenap komponen TNI/Polri, pemerintahan dan ma­syarakat yang ada guna mempercepat pemulihan kondisi sarana dan prasarana yang terdampak,” kata Rizaldy.

Menurutnya, galodo menerjang kawasan Arosuka pada Senin (21/9) sekitar pukul 19.45 WIB. Material banjir bandang dan longsor disebut bersumber dari kawasan hulu Sungai Batang Laso, kemudian menerjang kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.

Derasnya aliran air membawa material lumpur, batu, pasir, kayu dan material lainnya sehingga merusak sejumlah sarana dan prasarana pemerintahan maupun fasilitas masyarakat.

“Personel Kodaeral II selanjutnya bergabung dengan unsur TNI/Polri, pemerintah daerah, tim kebencanaan, relawan dan masya­rakat dalam penanganan di lapangan,” kata Rizaldy.

Pengerahan 30 perso­nel Kodaeral II menambah kekuatan penanganan bencana yang sejak awal telah melibatkan berbagai instansi. Hingga Kamis (24/9), personel Polri juga ma­sih melakukan pembersihan material, membuka akses jalan, pendataan warga terdampak dan pencarian warga yang masih belum ditemukan.

Baca Juga  Bus Bertabrakan dengan Truck, Tujuh Penumpang Dilarikan ke Rumah Sakit

Sekitar 300 personel Satbrimob Polda Sumbar bersama satu kompi personel Dit Samapta sebe­lumnya dikerahkan untuk membuka jalur utama Solok-Padang yang sempat tertutup material longsor.

Rizaldy menegaskan, bantuan Kodaeral II tidak hanya menjadi bentuk respons terhadap bencana, tetapi juga bagian dari tugas TNI dalam membantu me­ngatasi kesulitan ma­syarakat.

“Upaya bantuan penanggulangan dan pemulihan dampak bencana alam ini merupakan wujud kepe­dulian TNI, khususnya Kodaeral II, dalam membantu mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat sekelilingnya,” ujarnya.

Kehadiran personel Kodaeral II diharapkan dapat memperkuat proses pembersihan dan rehabilitasi fasilitas yang terdampak sehingga kawasan perkantoran pemerintahan dan fasilitas umum lainnya dapat kembali berfungsi. (ped)