SAWAHLUNTO/SIJUNJUNG

Peneliti Ahli Geografi Asal Belanda Dick Rozing, Serahkan Dua Foto Berukuran Besar Sejarah Kota Sawahlunto 

×

Peneliti Ahli Geografi Asal Belanda Dick Rozing, Serahkan Dua Foto Berukuran Besar Sejarah Kota Sawahlunto 

Sebarkan artikel ini
SERAHKAN FOTO—Peneliti ahli geografi sekaligus penulis asal Belanda, Dick Rozing, saat menyerahkan dua foto asli berukuran besar kepada pihak Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto dalam rangkaian kunjungan Dick Rozing bersama rombongannya ke Kota Arang tersebut.

SAWAHLUNTO, METRO— Peneliti ahli geografi sekaligus penulis asal Belanda, Dick Rozing, me­nyerahkan dua foto asli be­rukuran besar yang memperlihatkan sejarah masa lalu Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Foto fisik langka tersebut memperlihatkan lanskap kota tempo dulu hingga aktivitas pengangkutan batubara yang masih mengandalkan tenaga kuda.

Penyerahan dokumen visual bersejarah dari era awal abad ke-20 ini dilakukan langsung ke Dinas Kebudayaan Kota Sawah­lunto dalam rangkaian kunjungan Dick Rozing bersama rombongannya ke Kota Arang tersebut. Dokumen yang diserahkan ini bernilai sejarah tinggi karena bukan merupakan hasil cetak ulang, melainkan cetakan fisik asli era kolonial tahun 1912.

Dia mengatakan men­dapatkan foto fisik berukuran besar tersebut langsung di Belanda dari pihak keluarga rekannya. Leluhur dari rekan Rozing tersebut dahulunya pernah bertugas sebagai kepala tambang di Sawah­lunto era 1915 – 1916 yaitu J. Var Der Kloes.

Baca Juga  Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Terima Penghargaan, Kerja Sama Peminjaman Koleksi Buku untuk Warga Rutan Sejak 2024Berikan Manfaat bagi Warga Binaan

Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Rahmat Gino Sea Games mengungkapkan bahwa rombongan juga menelusuri rekam jejak kolonial di sejumlah titik lokasi bersejarah. “Rombongan mengunjungi museum Kota Sawahlunto, makam Belanda, dan rumah mantan kepala tambang Ijzerman,” ujarnya, Rabu (23/9).

Kemunculan foto pe­ngangkutan batubara meng­­gunakan tenaga ku­da menjadi temuan pen­ting bagi historiografi industri Indonesia. Foto ini mengabadikan mode tran­sportasi tambang sebelum beroperasinya jaringan kereta api uap (Sta­atsspoorwegen ter Su­matras Westkust) yang menembus Pegunungan Bukit Barisan menuju Pelabuhan Teluk Bayur (Emmahaven).

Baca Juga  Benny Dwifa Gelar Apel Perdana, Tekankan Pembenahan Pelayanan Publik

Detail fisik foto era kolonial ini menjadi bukti visual primer (primary visual source) mengenai per­kembangan teknologi dan tata ruang kota (urban landscape) Sawahlunto dari masa ke masa.

Gino menilai kebe­ra­d­aan foto fisik asli tersebut akan memperkaya koleksi dokumentasi sejarah kota serta memperkuat edukasi mengenai pera­daban tambang batubara masa lalu di Sumatera Barat. Penyerahan foto ini juga penting dalam memperkuat keberlanjutan status Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS). Dalam kriteria U­NESCO, otentisitas dan integritas dokumen pendukung merupakan pilar utama untuk membuktikan sejarah tata kota tambang (company town).(pin)