METRO PADANG

Revitalisasi Kota Tua dan Batang Arau, Pemko Gandeng UNDP dan Kota Hildesheim Jerman

×

Revitalisasi Kota Tua dan Batang Arau, Pemko Gandeng UNDP dan Kota Hildesheim Jerman

Sebarkan artikel ini
SIMPOSIUM— Wali Kota Padang Fadly Amran, menghadiri Symposium Ekosistem Kota Tua Padang bertema “Warisan, Sungai, Pasar, dan Lingkungan untuk Pariwisata Berkelanjutan, di Convention Hall Universitas Bung Hatta (UBH).

ULAKKARANG, METRO –Pemerintah Kota Padang menegaskan komitmennya dalam memperkuat pelestarian kawasan sejarah dan lingkungan hidup. Melalui gelaran International Symposium Ekosistem Kota Tua Padang bertema “Warisan, Sungai, Pasar, dan Ling­kungan untuk Pariwisata Berkelanjutan”, Pemko Padang merangkul jejaring internasional demi mendorong tata kelola perkotaan yang berkelanjutan.

Dalam pembukaan simposium yang digelar di Convention Hall Universitas Bung Hatta (UBH) tersebut, Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa penanganan sampah perkotaan serta pemulihan ekosistem Sungai Batang Arau menjadi tantangan utama yang saling berkelindan dan harus dituntaskan secara menyeluruh.

“Transformasi pe­ngelolaan sampah harus dimulai dari pemilahan di sumber, bukan hanya peningkatan kualitas TPA. Karena itu, Pemko Padang menggulirkan Padang Rancak Award untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat, sekaligus mem­perkuat Lembaga Pengelola Sampah (LPS), bank sampah, serta me­ngembangkan teknologi Refuse-Derived Fuel (RDF) dan waste-to-energy,” tegas Fadly Amran di hadapan ratusan peserta simposium, Kamis (6/8).

Berdasarkan data Pemko Padang, produksi sampah di Kota Ranah Minang ini mencapai 669 ton setiap harinya, di mana 73 per­sen di antaranya diangkut ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), 26 persen diolah melalui program 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan 1 persen sisanya masih tercecer di pembuangan terbuka. Kondisi ini turut memicu pencemaran di kawasan hilir Sungai Batang Arau akibat akumulasi limpasan drainase dan limbah rumah tangga maupun usaha. Menurut Fadly, pembenahan Batang Arau akan menjadi kunci utama menghidupkan kembali pesona kawasan Kota Tua.

Baca Juga  Dinsos Bekali Keterampilan 25 Anjal

“Kami meyakini keberhasilan revitalisasi Sungai Batang Arau akan menjadi titik awal kebangkitan kawasan Kota Tua Padang sebagai destinasi pariwisata berkelanjutan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Kami berterima kasih kepada bapak ibu semua yang hadir dan memberikan dukungan untuk Kota Padang,” tambah Fadly.

Forum internasional yang menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 ini turut dihadiri Rektor UBH Diana Kartika, delegasi dari Malaysia dan Thailand, serta perwakilan pemerintah daerah se-Indonesia. Dukungan nyata juga mengalir dari mitra strategis mancanegara dan lembaga dunia.

Wali Kota Hildesheim Jerman, Mr. Ingo Meyer, menyoroti eratnya hubu­ngan sister city (kota kembar) antara Padang dan Hildesheim yang telah terbangun kokoh sejak ta­hun 1988. Ia menilai hubungan sejarah ini menjadi fondasi kuat untuk melangkah ke kerja sama lingku­ngan yang lebih konkrit.

Baca Juga  Jangan Tunda, Tiket KA Lebaran Masih Tersedia Lebih dari 27 Ribu Tempat Duduk

“Kami berkomitmen mempererat kerja sama melalui langkah-langkah strategis baru. Kami juga menantikan kunjungan ba­lasan delegasi Kota Padang ke Hildesheim pada tahun 2027 sebagai bagian dari penguatan hubungan ke­dua kota,” ujar Ingo Meyer.

Senada dengan itu, Perwakilan Residen United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, Sara Ferrer Olivella, menyampaikan kesiapan lembaganya dalam mendukung sistem pengolahan sampah dan ekonomi sirkular di Kota Padang guna menekan kebocoran sampah plastik ke laut hingga 70 persen.

“Padang memiliki modal kuat menjadi destinasi wisata yang bersih, tangguh, dan berbasis ekonomi sirkular melalui digitalisasi, inovasi, serta kolaborasi antarkota. Revitalisasi Sungai Batang Arau juga berpotensi menjadi contoh nature-based solutions yang memperkuat kesehatan ekosistem, mengurangi risiko perubahan iklim, dan menghadirkan ruang publik yang berkualitas,” tandas Sara. (oza)