AGAM/BUKITTINGGI

Bangkit Pascabencana, Produksi Padi Agam Tembus 77.612 Ton pada Semester I 2026

×

Bangkit Pascabencana, Produksi Padi Agam Tembus 77.612 Ton pada Semester I 2026

Sebarkan artikel ini
PANEN RAYA— Dinas Pertanian Kabupaten Agam terus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.

AGAM, METRODinas Pertanian Kabupaten Agam terus mempercepat pemulihan sektor pertanian pascabencana hidrometeorologi yang me­landa wilayah itu pada akhir November 2025. Berbagai program peningkatan produksi hingga rehabilitasi infrastruktur pertanian dilakukan agar aktivitas pertanian di 16 kecamatan kembali bangkit.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Agam, Heri Pra­setyo Wibowo, mengatakan produksi padi selama Januari hingga Juni 2026 mencapai 77.612 ton dari luas panen 15.326 hektare. Capaian tersebut menunjukkan tren peningkatan dibandingkan awal tahun.

“Selama semester pertama 2026, produksi padi mencapai 77.612 ton dari luas panen 15.326 hektare. Pada triwulan pertama pro­duksinya mencapai 36.­527,77 ton, sedangkan triwulan kedua meningkat menjadi 41.084,34 ton,” kata Heri, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, pro­duksi padi pada Januari tercatat sebanyak 11.084 ton dari luas panen 2.083 hektare. Pada Februari meningkat menjadi 13.744 ton dari luas panen 2.591 hektare, sementara Maret menghasilkan 11.736 ton dari luas panen 2.212 hektare.

Baca Juga  Seminar Pola Asuh Berbasis Gender, Agam Siapkan Generasi Emas 2045

Memasuki triwulan kedua, produksi pada April mencapai 9.711 ton dari luas panen 1.832 hektare. Selanjutnya pada Mei me­ningkat menjadi 14.087 ton dengan luas panen 2.968 hektare, dan kembali naik pada Juni menjadi 16.286 ton dari luas panen 3.641 hektare.

Menurut Heri, produksi tersebut berasal dari sentra-sentra pertanian padi yang tersebar di seluruh 16 kecamatan di Kabupaten Agam. Sejumlah varietas unggulan seperti 42, Kuriak Kusuik, Banang Pulau, dan varietas lokal lainnya masih menjadi andalan petani dalam meningkatkan hasil panen.

Ia menambahkan, sepanjang 2025 produksi padi Kabupaten Agam tercatat mencapai 138.438,46 ton dengan luas panen 28.­951,06 hektare.

Untuk mempertahankan bahkan meningkatkan produksi, Dinas Pertanian terus melakukan berbagai langkah strategis. Salah satunya dengan mendorong penggunaan benih unggul hasil penangkaran lokal yang dinilai lebih tahan terhadap serangan ha­ma, terutama wereng.

Baca Juga  Bupati Agam Hadiri Vidcon Ground Breaking Koperasi Desa Merah Putih

Selain itu, pemerintah juga memastikan distribusi pupuk bersubsidi tepat sasaran serta memperkenalkan berbagai teknologi pertanian yang dapat me­ning­katkan produktivitas. Sa­lah satu inovasi yang tengah dikembangkan Pe­me­­­rintah Kabupaten Agam adalah program Sa­wah Pokok Murah (SPM) se­bagai teknologi terapan bagi petani.

Upaya pemulihan juga difokuskan pada perbaikan in­frastruktur pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi. Tahun ini, sebanyak 24 titik jaringan irigasi sedang diperbaiki untuk mendukung kelancaran pengairan lahan pertanian.

Di sisi lain, rehabilitasi lahan sawah terus dilakukan. Hingga saat ini, 311 hektare lahan pertanian telah selesai direhabilitasi, sementara usulan rehabilitasi tambahan seluas 180 hektare tengah diproses ke Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Dengan berbagai upaya tersebut, saya optimistis produksi padi di 16 kecamatan di Kabupaten Agam akan terus meningkat pada masa mendatang,” ujar Heri. (pry)