SAWAHLUNTO, METRO— Tim Survei Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat melakukan verifikasi lapangan terhadap proposal permohonan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) yang diajukan Kelompok Tani (Keltan) Batang Kumanih, Desa Tumpuk Tangah, Kecamatan Talawi, pada Senin (27/7).
Verifikasi tersebut merupakan tindak lanjut atas pengajuan proposal bantuan alsintan kepada Bank Indonesia. Kegiatan ini bertujuan memastikan kesesuaian data yang tercantum dalam proposal dengan kondisi riil di lapangan, sekaligus menilai kebutuhan mekanisasi pertanian yang dihadapi kelompok tani.
Tim BI disambut oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Sawahlunto Heni Purwaningsih bersama Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), pejabat fungsional bidang TPH, Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian beserta jajaran, Sekretaris Desa Tumpuk Tangah, serta pengurus dan anggota Kelompok Tani Batang Kumanih.
Dalam proses verifikasi, tim meninjau langsung kondisi lahan pertanian, aktivitas kelompok tani, serta kesiapan pemanfaatan bantuan alsintan apabila nantinya disetujui.
Adapun bantuan alsintan yang diajukan Kelompok Tani Batang Kumanih meliputi hand traktor, bentor roda tiga, pompa air, motor sprayer, dan gergaji mesin (chain saw). Peralatan tersebut dinilai sangat dibutuhkan untuk mendukung pengolahan lahan, distribusi hasil pertanian, pengendalian hama dan penyakit tanaman, penyediaan air irigasi, hingga pemeliharaan lahan pertanian.
Kepala DKPPP Kota Sawahlunto, Heni Purwaningsih, mengatakan pemerintah daerah mengapresiasi langkah Bank Indonesia yang melakukan verifikasi secara langsung sebagai bagian dari proses penyaluran program bantuan yang tepat sasaran.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Barat yang telah menindaklanjuti proposal kelompok tani dengan melakukan verifikasi lapangan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa setiap usulan benar-benar dinilai berdasarkan kebutuhan riil petani sehingga bantuan yang diberikan nantinya diharapkan tepat sasaran dan mampu meningkatkan produktivitas pertanian di Kota Sawahlunto,” ujarnya.
Menurut Heni, mekanisasi pertanian menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan efisiensi usaha tani di tengah keterbatasan tenaga kerja sektor pertanian. “Alsintan bukan hanya mempermudah pekerjaan petani, tetapi juga dapat menekan biaya produksi, mempercepat proses budidaya, serta meningkatkan hasil panen. Pemerintah Kota Sawahlunto terus berkomitmen mendampingi kelompok tani agar mampu berkembang dan memanfaatkan bantuan secara optimal apabila nantinya direalisasikan,” tambahnya.
Sementara itu, selama verifikasi berlangsung, Tim Bank Indonesia mencocokkan berbagai informasi yang tercantum dalam proposal dengan kondisi aktual di lapangan, termasuk jumlah anggota kelompok tani, luas lahan garapan, aktivitas budidaya, serta tingkat kebutuhan terhadap masing-masing jenis alsintan yang diusulkan. (pin)






