METRO SUMBAR

Monitoring dan Evaluasi TKD Tambahan, Staf Khusus Mendagri Apresiasi PercepatanPemulihan Pascabencana di Tanah Datar

×

Monitoring dan Evaluasi TKD Tambahan, Staf Khusus Mendagri Apresiasi PercepatanPemulihan Pascabencana di Tanah Datar

Sebarkan artikel ini
KUNJUNGAN LOKASI HUNTAP— Staf Khusus Mendagri foto bersama Bupati, saat lakukan kunjungan lapangan di lokasi pembangunan huntap.

TANAHDATAR, METRO–Staf Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Politik dan Media, Kastorius Sinaga, melakukan kunju­ngan monitoring dan evaluasi ke Kabupaten Tanah Datar untuk meninjau pe­laksanaan pemulihan pascabencana, khususnya pemanfaatan Tambahan Da­na Transfer ke Daerah (TKD). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari arahan Kementerian Da­lam Negeri dalam memastikan proses pemulihan di daerah terdampak bencana berjalan efektif, sekaligus memberikan pendam­pingan dan fasilitasi kepada pemerintah daerah.

“Kami datang atas arahan Kementerian Dalam Negeri untuk turun langsung ke daerah dalam rang­ka memonitor sekaligus memfasilitasi pelaksanaan penggunaan Tambahan Dana Transfer ke Daerah. Karena kita tahu pasca bencana, proses pemulihan membutuhkan tenaga, pendanaan, dan waktu yang relatif besar sehingga perlu mendapat perhatian bersama,” ujar Kastorius Sinaga di Indojolito Batusangkar, kemaren lalu.Kastorius juga apresiasi terhadap capa­ian Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam mempercepat pemulihan pascabencana.

Dia menyebut, berda­sarkan data pada dasbor Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pusat, Tanah Datar menjadi salah satu daerah yang menunjukkan progres pemulihan tercepat di antara kabupaten dan kota terdampak bencana di Sumatera Barat.

Baca Juga  DKP Sumbar: Februari 2023 Dilarang Tangkap Ikan Bilih Pakai Bagan

“Kalau kami melihat dari dasbor Satgas PRR Pusat, Tanah Datar merupakan salah satu daerah yang pemulihannya berlangsung paling cepat di­bandingkan beberapa ka­bupaten dan kota terdampak bencana lainnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dari 13 indikator utama pemulihan yang ditetapkan Satgas PRR beserta 38 subindikator penilaian, Kabupaten Tanah Datar menunjukkan capaian yang relatif sangat baik, terutama pada aspek pemulihan infrastruktur dan sektor pertanian.

“Pemulihan infrastruktur di Tanah Datar berlangsung cepat, tepat, serta memiliki skala prioritas yang jelas untuk mencegah keterisolasian wilayah. Selain itu, Tanah Datar juga menjadi salah satu daerah tercepat dalam memulihkan lahan pertanian, khu­susnya areal persawahan, infrastruktur yang dibangun pun menunjukkan kualitas yang baik,” jelasnya.

Labih lanjut, keberhasilan Tanah Datar juga patut diapresiasi mengingat Ka­bupaten Tanah Datar me­rupakan wilayah dengan tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Selain berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, Tanah Datar juga menghadapi ancaman ben­cana vulkanologi akibat aktivitas Gunung Marapi.

Baca Juga  Tingkatkan Kapasitas SDM, 72 ASN BKD Tanah Datar Ikuti Diklat

Sebelumnya Bupati Ta­nah Datar Eka Putra menekankan kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Tanah Datar yang bertindak sebagai pelaksana Transfer Keuangan Daerah Tambahan untuk pembangunan pasca bencana agar melaksanakan kegiatan sesuai aturan dan peraturan yang di­tetap­kan.

“Saya minta kepada OPD terkait untuk mempedomani aturan dan peraturan yang berlaku dalam melaksanakan pembangunan TKD Tambahan ini, dan memanfaatkan pendampingan dari Kejari Ta­nah Datar agar kemudian hari tidak akan berurusan dengan penegak hukum,” pesan Eka Putra.

Seperti diketahui bersama, tambah Bupati, Wi­layah di Kabupaten Tanah Datar mengalami bencana dalam 3 tahun terakhir, mulai dari 11 Mei 2024 bencana banjir bandang dan longsor di picu cuaca ekstrim dan erupsi gunung marapi. Kemudian akhir 2025 dan awal 2026 kembali cuaca ekstrim akibatkan banjir dan longsor. “Karena itu Kami menyampaikan terima kasih kepada presiden, Mendagri, Provinsi dan pihak terkait lainnya sehingga Kabupaten Tanah Datar memperoleh TKD Tambahan untuk pembangunan Pascabencana ter­sebut,” ungkapnya. (ant)