SIJUNJUNG, METRO–Pemkab Sijunjung membahas persiapan penilaian UNESCO Global Geopark (UGGp) Geopark Ranah Minang Silokek yang akan berlangsung pada bulan Agustus mendatang. Penilaian tersebut menjadi penentu Geopark Silokek tergabung ke dalam UNESCO. Persiapan itu menjadi agenda strategis pembangunan daerah yang dibahas dalam rapat kordinasi bersama jajaran OPD di lingkup Pemkab Sijunjung bersama Bupati dan Wakil Bupati Sijunjung. Pada kegiatan itu juga dilakukan evaluasi pembangunan dan laporan realisasi fisik dan keuangan (RFK) triwulan II, hingga persiapan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia di Sijunjung.
Bupati Benny Dwifa menyampaikan bahwa keberhasilan Geopark Ranah Minang Silokek meraih status UNESCO Global Geopark akan menjadi momentum penting bagi kemajuan Kabupaten Sijunjung. “Jika Geopark Ranah Minang Silokek menyandang status UNESCO Global Geopark, akan berdampak pada peningkatan pembangunan daerah. Pemerintah pusat tentu akan memberikan perhatian lebih kepada daerah kita,” tutur Benny Dwifa.
Ia meminta seluruh perangkat daerah bekerja dengan penuh kesungguhan selama proses penilaian. Menurutnya, kesempatan yang dimiliki Sijunjung saat ini bukan hanya membawa nama daerah, tetapi juga mewakili Indonesia di hadapan dunia. “Selama lima hari penilaian, Sijunjung membawa nama Indonesia. Ini bukan lagi persoalan daerah semata. Kita memiliki geosite yang lengkap dan potensial,” ujar Bupati.
Bupati Sijunjung optimis proses menuju UNESCO Global Geopark akan berjalan dengan baik. Menurutnya, pengakuan internasional tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan, tetapi juga akan mendorong pertumbuhan pariwisata berkelanjutan, memperkuat pelestarian lingkungan, mengangkat budaya lokal, serta membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Bupati Sijunjung juga menegaskan bahwa realisasi anggaran bukan sekadar mengejar persentase serapan, tetapi memastikan setiap rupiah APBD benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Karena itu, seluruh OPD diminta mempercepat pelaksanaan program dengan tetap mengedepankan kualitas, akuntabilitas, dan kepatuhan. “Jangan sampai ada pekerjaan yang menumpuk di akhir tahun. Laksanakan program sesuai jadwal, lakukan evaluasi secara berkala, dan bangun koordinasi yang kuat agar target RFK dapat tercapai sesuai rencana. Kinerja setiap OPD akan terus kita pantau dan evaluasi,” tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Afrineldi memaparkan bahwa asesmen menuju UNESCO Global Geopark dijadwalkan berlangsung pada 17–21 Agustus 2026.
Sementara itu, Asisten II Setdakab, Yulizar menyampaikan evaluasi pembangunan dan capaian RFK hingga 30 Juni 2026, sedangkan Asisten I Aprizal memaparkan rangkaian peringatan HUT RI yang akan diawali dengan peluncuran kegiatan pada Car Free Day, 2 Agustus 2026. (ndo)






