PESSEL, METRO–Kapolsek Pancung Soal, AKP Hendra, melakukan peninjauan sekaligus koordinasi dengan pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Yayasan Rosandali Sawita Pratama di Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (23/7). Kegiatan tersebut bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan aman, tertib, serta memenuhi standar kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan.
Peninjauan dimulai sekitar pukul 10.00 WIB di Dapur MBG yang berada di kawasan Kantor Camat Airpura dan dilanjutkan ke lokasi dapur Yayasan Rosandali Sawita Pratama di Lalang Panjang, Kecamatan Airpura.
Dalam kegiatan tersebut, AKP Hendra didampingi sejumlah personel Polsek Pancung Soal. Selain bersilaturahmi, rombongan juga melakukan koordinasi dengan pengurus yayasan mengenai pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program strategis pemerintah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara kepolisian dan pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis agar program dapat berjalan dengan aman, tertib, dan memberikan manfaat maksimal kepada masyarakat,” ujar AKP Hendra.
Selama peninjauan, Kapolsek mengecek secara langsung kondisi dapur, proses pengolahan makanan, kebersihan lingkungan, hingga kesiapan sarana dan prasarana yang digunakan dalam operasional dapur MBG.
Ia juga memastikan menu makanan yang disiapkan sesuai standar dan proses distribusi dilakukan dengan baik sehingga tidak terjadi penyimpangan dalam pelaksanaan program.
Menurut AKP Hendra, pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG penting dilakukan untuk menjaga kualitas layanan sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap program yang bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi.
Selain melakukan pemeriksaan, Kapolsek memberikan sejumlah imbauan kepada pengelola agar terus menjaga kebersihan area dapur, menerapkan standar keamanan pangan, serta menciptakan lingkungan kerja yang tertib dan kondusif. “Kami mengingatkan seluruh pengelola untuk selalu menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan dapur. Kualitas makanan dan proses pengolahannya harus tetap menjadi prioritas agar program ini berjalan sesuai harapan,” katanya. (rio/rel)






