SIJUNJUNG, METRO–Pemerintah Kabupaten Sijunjung menyatakan komitmen dan menyambut baik sebagai daerah yang akan dijadikan kawasan terintegrasi pada Proyek Strategis Nasional (PSN) yang digagas Pemprov Sumbar. Dengan sumber daya yang dimiliki serta didukung oleh Geopark Silokek, Pemkab Sijunjung optimis adanya PSN akan lebih membuka peluang pembangunan daerah secara menyeluruh.
Kawasan terintegrasi di wilayah selatan dan timur Sumatera Barat itu mencakup tiga daerah yang sebelumnya telah menyatakan kesiapan dan mendukung PSN tersebut, diantaranya Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Dharmasraya dan Kota Sawahlunto.
Kepala Bapppeda Sijunjung, Khamsiardi, S.STP. MSi menjelaskan bahwa pemerintah daerah merespon baik program ini. Adanya kawasan terintegrasi yang dikemas dalam PSN akan lebih memaksimalkan potensi masing-masing daerah. “Untuk kita di Sijunjung, mungkin akan menjadi daerah sumber energi jika PSN ini berjalan. Dengan adanya rencana pembangunan PLTS, kita memiliki potensi gas, dan PLTA. Mungkin kita bisa fokus pada energi,” tuturnya. Selasa (21/7).
Begitu juga dengan daerah lainnya, Kabupaten Dharmasraya dan Kota Sawahlunto tentunya bisa memaksimalkan potensi yang ada sehingga menjadikan tiga daerah tersebut sebagai kawasan terintegrasi. “Orientasinya pada percepatan pembangunan kita di daerah, serta pertumbuhan ekonomi baru di Sumbar. Program ini diproyeksikan bertumpu pada penguatan industri, peningkatan nilai tambah produk daerah, pembangunan konektivitas antarwilayah, pemanfaatan energi hijau, serta optimalisasi sektor pariwisata,” jelas Khamsiardi.
Sebelumnya, kegiatan itu telah disepakati tiga kepala daerah bersama Pemprov Sumbar. Wakil Gubernur, Vasko Ruseimy menyampaikan, penyatuan tiga daerah ini bertujuan agar pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri, mengingat potensi yang dimiliki Sawahlunto, Sijunjung, dan Dharmasraya saling melengkapi.
Pemprov Sumbar menargetkan, adanya PSN kawasan terintegrasi itu bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi menciptakan lebih banyak peluang usaha dan lapangan kerja. Jika akses semakin baik, investasi akan lebih mudah masuk sehingga ekonomi daerah bergerak lebih cepat.
Kepala Bappeda Sijunjung itu menambahkan, pengusulan sebagai program strategis nasional (PSN) tersebut akan diajukan pada akhir tahun. “Sekarang sedang dirancang, InsyaAllah pada bulan September atau Oktober 2026 ini akan diusulkan untuk bisa masuk dalam PSN,” ungkapnya. (ndo)






