PADANG, METRO—Rasa syukur mendalam menyelimuti para penyintas bencana banjir bandang dan tanah longsor di kawasan Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh. Setelah berbulan-bulan hidup dalam ketidakpastian, mulai dari berpindah-pindah posko pengungsian, menumpang di rumah kerabat, hingga mengontrak rumah. Kini warga terdampak dapat bernapas lega setelah resmi menempati Hunian Sementara Layak (Hunsela).
Suasana bahagia dan haru tersebut terlihat jelas, Jumat (17/7). Warga telah mulai menata kehidupan baru mereka di hunian transisi ini sejak diresmikan secara langsung oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, pada Rabu (15/7) lalu.
Pembangunan Hunsela ini menjadi bukti nyata hadirnya kolaborasi lintas sektor yang kuat di Kota Padang untuk memulihkan kehidupan warga terdampak dari hulu ke hilir. Sebanyak 18 unit Hunsela yang dibangun tersebut tersebar di dua kawasan strategis, yaitu kawasan Rimbo Panjang dan Gerbang Langit.
Keberhasilan penyediaan hunian yang layak ini tidak terlepas dari sokongan penuh berbagai pihak yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kemanusiaan. Di antaranya adalah DPP IKA Unand, Universitas Baiturrahmah (Unbrah), FMIPA Unand, Asosiasi Perempuan Peduli Bencana, Pemerintah Kota Padang, serta para donatur.
Salah seorang warga terdampak dari RT 03/RW 01 Lambung Bukit, Murni Ernita, menceritakan kembali masa-masa sulit pascabencana di penghujung tahun 2025 lalu. Rumah tinggalnya hancur total karena berada tepat di dekat aliran sungai yang meluap hebat.
“Dulu saat bencana terjadi, kami harus mengungsi ke SD 05, mushala, lalu ke SD 02. Sebelum akhirnya bisa pindah ke Hunsela ini, hidup kami tidak menentu dan berpindah-pindah tempat. Sempat menumpang di rumah keluarga dan juga mengontrak rumah,” kenang Murni dengan mata berkaca-kaca.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas bantuan Hunsela yang diberikan oleh para donatur dari Universitas Baiturrahmah, Universitas Andalas, dan juga Pemko Padang. Kami ucapkan terima kasih banyak karena bantuan ini sangat bermanfaat bagi kami,” tambahnya.
Kebahagiaan serupa juga dirasakan oleh Siti Rohani, warga terdampak lainnya yang rumahnya hanyut total terbawa arus banjir bandang. Kehadiran Hunsela ini diakuinya menjadi penyelamat ekonomi keluarga, karena menyudahi beban biaya ekstra yang selama ini harus dikeluarkan untuk menyewa tempat tinggal sementara.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada para donatur dan Pemko Padang. Alhamdulillah, sekarang saya sudah mendapatkan tempat di Hunsela ini dan tidak perlu mengontrak rumah lagi,” ungkap Siti Rohani dengan nada lega.
Sebelumnya, sebanyak 18 unit bangunan hunian sehat dan layak (Hunsela) untuk korban bencana diresmikan di Rimbo Panjang dan Gerbang Langit, kawasan Batu Busuk, Kecamatan Pauh, Rabu (15/7) lalu.
Peresmian dilakukan langsung oleh Walikota Padang, Fadly Amran, dengan menyerahkan kunci bangunan kepada penyintas bencana. “Saya mengucapkan rasa terimakasih kepada donatur, telah mengusahakan dan mengupayakan sanak saudara tertimpa musibah mempunyai rumah lagi,” kata wako saat peresmian.
Ia menjelaskan, dengan disediakan 18 unit hunsela bagi korban bencana, dapat membuat mereka nyaman saat menempatinya. “Kita berdoa, agar bisa lebih dari sediakala dengan adanya hunsela ini dari donatur. Tapi kami tidak lepas tanggung jawab, huntap akan dibangun,” tuturnya.
Ke depannya ujar Fadly, berbagai pihak masih ingin memberikan bantuan kepada korban bencana di Padang. Mulai dari berbagai kepala daerah, donatur hingga Danantara. Untuk itu, Fadly meminta hal itu bisa dikolaborasikan untuk dibangun hunian tetap (huntap).
“Kita coba kolaborasikan, karena ada kepala daerah yang mau memberikan bantuan, Danantara juga, yang ingin mendirikan huntap. Nanti, kita bangun bersama,” ulasnya.
Meskipun hunian transisi telah berhasil disediakan, Wali Kota Padang menyampaikan bahwa masih banyak hal yang berada dalam proses pembenahan di wilayah tersebut. Salah satu hal krusial yang mendesak untuk diperhatikan adalah akses infrastruktur jalan.
Fadly Amran menyebutkan bahwa akses jalan depan menuju SD Negeri 01 Lambuang Bukik saat ini kondisinya semakin parah dan memerlukan penanganan segera demi kenyamanan serta keselamatan mobilitas anak-anak sekolah dan warga sekitar.
Wako juga menggarisbawahi pentingnya aspek akuntabilitas dan transparansi dalam seluruh proses pembangunan sosial ini. Menurutnya, segala sesuatu sengaja dilakukan secara bertahap agar prosesnya berjalan rapi, transparan, serta memastikan tidak ada kekeliruan atau kesalahan yang terjadi di lapangan. (oza)






