METRO SUMBAR

Tinjau HPS dan MPLS, Wako Hendri Arnis Ajak Siswa Bangun Karakter Sejak Hari Pertama Sekolah

×

Tinjau HPS dan MPLS, Wako Hendri Arnis Ajak Siswa Bangun Karakter Sejak Hari Pertama Sekolah

Sebarkan artikel ini

PDG. PANJANG, METRO–aWali Kota Hendri Arnis meninjau pelaksanaan Ha­ri Pertama Sekolah (HPS) dan Masa Pengenalan Ling­­kungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMP Negeri 1 Pa­dang Panjang, Senin (13/7).  Dalam kesempatan tersebut, Wako Hendri yang turut didampingi Ketua Komisi III DPRD, Mahdelmi, mengajak para peserta didik menjadikan hari pertama sekolah sebagai awal membangun karakter, kedisiplinan, dan semangat belajar.

Di hadapan peserta didik baru, Hendri memberikan motivasi agar masa sekolah dimanfaatkan untuk me­ngem­bangkan potensi diri sekaligus membentuk karakter sebagai bekal meng­hada­pi masa depan.

Ia juga mengajak seluruh siswa menerapkan Ge­rakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai bagian dari penguatan pendidikan karakter.

“Terapkan tujuh kebiasaan itu dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi ma­­ka­­nan bergizi, gemar be­lajar, aktif berma­sya­rakat, hingga tidur lebih awal. Kebiasaan-kebiasa­an sederhana ini akan mem­­bentuk pribadi yang di­siplin, sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujarnya.

Baca Juga  Operasi Pasar Bawang Putih Direspon Masyarakat

Selain membangun ka­rak­ter, Hendri mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari perundungan (bullying). Menurutnya, suasana belajar yang kondusif akan mendukung peserta didik ber­kem­bang secara optimal.

Pada kesempatan itu, Hen­dri juga menjelaskan kebijakan Pemerintah Kota yang menerapkan lima hari sekolah, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Pro­vinsi Sumatera Barat. Ke­bij­akan tersebut diharap­kan memberi kesempatan lebih luas bagi keluarga memanfaatkan akhir pekan untuk memperkuat pendidikan karakter melalui kegiatan keagamaan, olahraga, maupun aktivitas positif lainnya.

Ia turut menyampaikan alasan penerapan jam masuk sekolah pukul 06.25 WIB. Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan menumbuhkan budaya disiplin sejak dini sehingga siswa terbiasa bangun lebih pagi, beribadah, sarapan sehat, dan mengikuti pembelajaran dalam kondisi fisik serta mental yang lebih siap.

“Memang setiap perubahan membutuhkan pro­­ses penyesuaian. Kami memahami para orang tua, terutama ibu-ibu, mungkin perlu menyesuaikan rutinitas pagi. Namun perubahan ini dilakukan demi mem­­bentuk karakter anak-anak kita menjadi lebih disiplin dan siap menghadapi masa depan,” katanya.

Baca Juga  25 Orang Saksi Diperiksa Penetapan Tersangka Tunggu Audit BPKP

Hendri menambahkan, kondisi udara Kota Padang Panjang yang sejuk menjadi salah satu faktor pendukung agar proses belajar pada pagi hari berlangsung lebih nyaman dan efektif.

Ia juga mengajak para orang tua untuk menyukseskan Gerakan Ayah Me­ngan­tar Anak ke Sekolah (GAMAS). Menurutnya, kehadiran ayah atau wali pada hari pertama sekolah merupakan bentuk dukungan nyata yang mampu me­num­buhkan rasa percaya diri, memberikan rasa aman, serta memperkuat ika­tan emosional antara orang tua dan anak. “Mari luangkan waktu di pagi hari untuk hadir, mengantar, memeluk, dan mendoakan anak sebelum mereka memasuki sekolah. Mungkin hanya beberapa menit bagi orang tua, tetapi akan menjadi kenangan dan semangat yang melekat bagi anak sepanjang hidupnya,” ungkapnya. (rmd)