AGAM/BUKITTINGGI

Pemkab Agam Bentuk Nagari Peduli TB Paru, Kejar Target Penemuan Kasus

×

Pemkab Agam Bentuk Nagari Peduli TB Paru, Kejar Target Penemuan Kasus

Sebarkan artikel ini
Hendri Rusdian Kepala Dinas Kesehatan Agam

AGAM, METRO–Pemerintah Kabupaten Agam terus memperkuat upaya penanggulangan tuberkulosis (TB) paru dengan membentuk Nagari Peduli TB Paru. Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan angka penemuan kasus sekaligus mempercepat penanganan penyakit yang hingga kini masih menjadi persoalan kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupa­ten Agam, Hendri Rusdian, mengatakan pembentukan Nagari Peduli TB Paru dilakukan secara bertahap. Pada tahap awal, program tersebut akan diterapkan di 46 dari total 92 nagari yang ada di Kabupaten Agam.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menggelar rapat koordinasi dengan para wali nagari sebagai langkah awal pelaksanaan program. Setelah proses koordinasi selesai, peluncuran Nagari Peduli TB Paru dijadwalkan dalam waktu dekat.

“Ke-46 nagari tersebut telah kita lakukan rapat koordinasi dengan wali nagari atau kepala desa dan setelah itu bakal kita luncurkan dalam waktu dekat,” kata Hendri Rusdian di Lubuk Basung, Kamis.

Ia menjelaskan, program tersebut dibentuk sebagai upaya meningkatkan capaian penemuan kasus TB paru yang selama ini masih jauh dari target yang ditetapkan pemerintah.

Pada tahun 2025, Kabupaten Agam mendapat target menemukan sebanyak 2.435 kasus TB paru sesuai penugasan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat.

Baca Juga  Sakit, Maderizal Dilarikan ke RSAM Bukittinggi

Namun hingga akhir tahun, jumlah kasus yang berhasil ditemukan hanya mencapai 890 orang atau sekitar 37 persen dari target yang telah ditetapkan.

Rendahnya angka penemuan tersebut menunjukkan masih banyak penderita TB paru yang belum terdeteksi dan belum mendapatkan penanganan medis secara optimal.

“Masih banyak penderita TB tidak kita temukan. Dengan pembentukan Nagari Peduli TB Paru, maka kita meminta dukungan dan komitmen dari wali nagari agar target temuan tercapai, sehingga bisa dilakukan pengobatan nantinya,” ujarnya.

Hendri menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada peran aktif pemerintah nagari dalam melakukan edukasi, pendataan, serta mendorong masyarakat yang menga­lami gejala untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Ia menambahkan, tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini hingga kini masih menjadi tantangan besar, baik di tingkat global, nasional, maupun dae­rah.

Karena sifatnya yang mudah menular, deteksi dini menjadi langkah penting untuk memutus rantai penyebaran penyakit tersebut. Semakin cepat penderita ditemukan, semakin besar peluang kesembuhan dan semakin kecil risiko penularan kepada orang lain.

Baca Juga  Sesuaikan Regulasi Nasional, DPRD Agam Bahas Pencabutan Perda BUMNag 2018

Hendri menjelaskan, beberapa gejala TB paru yang perlu diwaspadai an­tara lain batuk yang berlangsung selama tiga minggu atau lebih, sesak napas terutama ketika infeksi semakin berat, demam berkepanjangan, penurunan berat badan, serta kondisi tubuh yang terus melemah.

Apabila tidak segera ditangani, pe­nyakit tersebut dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko munculnya berbagai komplikasi kesehatan lainnya.

Meski demikian, Hendri menegaskan bahwa TB paru bukanlah penyakit yang tidak dapat disembuhkan. Dengan pengobatan yang tepat dan dijalani secara tuntas, pasien memiliki peluang besar untuk pulih sepenuhnya.

“TB paru angka kematian tinggi, namun bisa sembuh ketika pasien diobati tuntas selama enam bulan dengan memakan obat anti tuberkulosis,” kata­nya.

Melalui pembentukan Nagari Peduli TB Paru, Pemerintah Kabupaten Agam berharap peran aktif pemerintah nagari, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat mempercepat penemuan kasus, meningkatkan keberhasilan pengobatan, serta menekan angka penularan TB paru di daerah tersebut. (pry)