AGAM/BUKITTINGGI

Pengajian Rutin Pemkab Agam, Bupati Benni Warlis Tekankan Enam Prinsip Keislaman Sebagai Pedoman Hidup

×

Pengajian Rutin Pemkab Agam, Bupati Benni Warlis Tekankan Enam Prinsip Keislaman Sebagai Pedoman Hidup

Sebarkan artikel ini

AGAM, METRO –Bupati Agam, Benni Warlis, kembali menggelar pengajian mingguan rutin bersama kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Agam, di Rumah Dinas Bupati Agam, Lubuk Basung, Senin (6/7).

Kegiatan yang berlangsung khidmat itu diawali de­ngan tadarus Al-Quran dan shalat Isya berjamaah yang diikuti para kepala OPD beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Agam.

Pada kesempatan ter­sebut, kultum disampaikan Andri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Ka­bu­paten Agam dengan me­ng­angkat hadis Rasulullah SAW, “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau seperti seorang musafir.”

Dalam tausiyahnya di­je­laskan,Rasulullah SAW mengingatkan umatnya agar tidak menjadikan kehidupan dunia sebagai tujuan akhir. Manusia sejatinya hanyalah musafir yang sedang menempuh perjalanan menuju kehidupan yang kekal di akhirat.

Seorang musafir, katanya, selalu mempersiapkan bekal secukupnya sebelum melakukan perjala­nan. Begitu pula seorang Mus­lim, hendaknya mempersiapkan bekal terbaik berupa iman, ilmu, amal saleh, dan ketakwaan selama menjalani kehidupan di dunia yang hanya bersifat sementara.

Baca Juga  Bawaslu Bukittinggi Gelar Rakernis Penyelesaian Sengketa antar Peserta Pemilu 2024

“Perjalanan hidup kita di dunia ini memiliki persinggahan hingga akhirnya tiba pada pemberhentian terakhir, yaitu kembali menghadap Allah SWT. Semoga apa yang disampaikan ma­lam ini menjadi pengingat dan membawa syafaat bagi kita semua,” ujarnya.

Menyelaraskan pesan dalam kultum tersebut, Bupati Agam Benni Warlis menyampaikan bahwa kebahagiaan hidup dapat diraih apabila setiap Muslim menjadikan enam prinsip keislaman sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan diantaranya, prinsip pertama adalah tauhid, yakni menempatkan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap aktivitas, mengikhlaskan setiap amal hanya untuk- Nya serta menjauhi segala bentuk kesyirikan.

Prinsip kedua adalah prinsip malaikat, dengan meneladani ketaatan ma­lai­kat yang senantiasa pa­tuh kepada Allah. Menurutnya, nilai ini harus tercermin dalam sikap jujur, disiplin, dan penuh tanggung ja­wab dalam bekerja, karena setiap amal ma­nu­sia se­nantiasa dicatat oleh ma­laikat.

Selanjutnya, prinsip me­ne­ladani kitab-kitab Allah mengajarkan bahwa Al-Qur’an merupakan pedoman hidup yang harus dipelajari, dipahami, dan diamalkan dalam setiap aspek kehidupan.

Baca Juga  Sertijab Camat Sungai Pua, Sekda Agam Dorong Inovasi untuk Kesejahteraan Masyarakat

Prinsip keempat adalah meneladani rasul, yaitu meneladani perjuangan dan akhlak Rasulullah SAW melalui empat sifat wajib rasul, yakni shiddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan kebenaran), dan fathonah (cerdas serta bijaksana).

Menurut Bupati, nilai-nilai tersebut harus menjadi karakter setiap aparatur pemerintah dalam menjalankan amanah pelayanan kepada masyarakat.

Bupati menegaskan, nilai- nilai keislaman bukan sekadar dipahami sebagai teori, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, pekerjaan maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kebahagiaan hidup akan tercapai apabila enam prinsip keislaman ini benar -benar menjadi pegangan dalam menjalani kehidupan. Dengan menjadikan Allah sebagai tujuan utama dan menela­dani ajaran Islam dalam se­tiap langkah, insya Allah kita akan memperoleh kebahagiaan di dunia sekaligus keselamatan di akhi­rat,” jelas Bupati. (pry)