SAWAHLUNTO, METRO– Semangat Muharram kembali menghidupkan Desa Lunto Barat. Pekan Muharram ke-2 resmi dibuka langsung oleh Camat Lembah Segar, Kota Sawahlunto, Mery Hastuti, S.STP. Kegiatan ini merupakan agenda rutin desa yang telah dilaksanakan sejak tahun 2025, dan tahun ini menjadi perayaan yang kedua kalinya.
Pembukaan berlangsung meriah dan penuh kebersamaan, menjadi tanda bahwa tradisi baik di desa terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi selanjutnya. “Pekan Muharram Desa Lunto Barat hadir sebagai ruang kebersamaan warga. Melalui kegiatan ini, masyarakat dari berbagai usia berkumpul, saling mengenal, dan memperkuat tali silaturahmi. Nilai Ukhuwah Islamiyah menjadi inti dari seluruh rangkaian acara, sehingga desa semakin erat dalam semangat gotong royong dan saling mendukung,” ungkap Mery Hastuti.
Dikatakan Mery Hastuti , bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap nilai-nilai keislaman. Selain dibekali pendidikan formal, anak-anak dan remaja di Lunto Barat juga diajak memperkuat pondasi agama, adab, dan karakter melalui kegiatan yang edukatif dan menyenangkan. “Dengan begitu, generasi muda Lunto Barat tumbuh tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat secara spiritual dan sosial. Mereka terbiasa berkompetisi secara sehat, berani tampil, dan menghargai sesama,” tuturnya.
Lebihjauh dikatakan, bahwa Pekan Muharram tahun ini dilaksanakan selama 3 hari, mulai tanggal 30 Juni sampai 2 Juli 2026. Ada 7 cabang lomba yang disiapkan untuk menyalurkan bakat, kreativitas, dan wawasan keislaman peserta, 1. Fashion Show Islami, menumbuhkan kreativitas berpakaian sesuai nilai syariat dengan percaya diri, 2. Lomba Mewarnai, mengasah imajinasi anak usia dini dengan tema ke Islaman, 3. Lomba Puzel Ayat, melatih hafalan dan kecintaan pada Al-Qur’an melalui permainan edukatif.
Selanjutnya 4. Lomba Nasyid, mengembangkan bakat seni suara dengan lantunan islami yang menenangkan. 5. Lomba Adzan, melatih keberanian, kekhusyukan, dan kemerduan dalam mengumandangkan adzan. 6. Lomba Doa Harian, membiasakan anak-anak menghafal dan mengamalkan doa-doa sehari-hari dan 7. Lomba Ranking 1 Keislaman, menguji wawasan agama secara luas dan menyenangkan.
“Melalui Pekan Muharram ini, Desa Lunto Barat terus menanamkan kebiasaan baik: belajar bersama, berlomba dengan semangat sportivitas, dan merayakan nilai-nilai Islam dalam suasana yang hangat,” tandas Mery. “Harapannya, kegiatan ini menjadi tradisi yang terus berkembang setiap tahun. Semakin banyak anak muda yang terlibat, semakin kuat pondasi agama dan kebersamaan di desa, sehingga Lunto Barat dikenal sebagai desa yang aktif, religius, dan peduli pada generasi penerusnya,” kata Mery Hastuti. (pin)






