METRO SUMBAR

Kelompok Lansia Kadukan Nasib ke Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah: Banyak Bantuan untuk Generasi Muda, Lansia Terlupakan  

×

Kelompok Lansia Kadukan Nasib ke Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah: Banyak Bantuan untuk Generasi Muda, Lansia Terlupakan  

Sebarkan artikel ini
SILATURAHMI PENGURUS LLI— Kepala Dinas Sosial Sumbar Drs. H. Syafrizal, MM, menerima kunjungan silaturahmi Pengurus Lembaga Lanjut Usia (LLI) Sumatera Barat.

PADANG, METRO–Pengurus Lembaga Lanjut Usia (LLI) Sumatera Barat bersilaturahmi ke Dinas Sosial Sumbar  yang diterima oleh Kepala Dinas, Drs. H. Syafrizal, MM,  kemarin. Koordinator  Pemberdayaan Lanjut Usia, Heny Yunida, SE me­ngatakan program LLI untuk warga lansia Guo, Kecematan Kuranji  yang kena banjir kemarin sudah banyak rumah jadi korban. Tak hanya itu sawah juga terdampak sehingga banyak yang gagal panen, khususnya di Guo ada tiga titik.

LLI kita akan bantu tempat tidur semantara  dan sembako, berupa susu, kacang ijo, gula dan minyak dan tidak boleh mie istan Untuk sembako kita akan minta bantuan ke Baznas dan CSR CSR yang ada.

Ketua Lembaga Lanjut Usia (LLI) Sumatera Barat (Sumbar), Dr. H. Ali Asmar, M.Pd,mengatakan bahwa sebagai mitra  Pemerintah Provinsi Sumbar, yang leading sektornya Dinas Sosial Sumbar, tentu saja dia dan pengurus terpilih melaporkan hal ini dan mengharapkan dukungan dari Kepala Dinas Sosial Sumbar.

Baca Juga  Rp 45 Miliar untuk THR ASN Kabupaten Pessel, Pencairan Ditargetkan 10 Hari Sebelum Idul Fitri

Ali Asmar pun mengungkapkan, sesegeranya akan dilakukan pengukuhan kepengurusan setelah SK Pengurus LLI Sumbar Periode 2025-2030.

“LLI juga saat in tengah mengupayakan sekretariat yang cukup representatif guna mendukung jalannya roda organisasi dan suksesnya pelaksanaan program kerja, baik jangka pendek maupun jangka panjang,” bebernya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Sumbar. Drs. H. Syaifullah, M.M menyebutkan kehadiran Lembaga Lanjut Usia merupakan hal yang luar biasa. Kadang kita sangat perhatian de­ngan mendukung kegiatan generasi muda, sehingga lansia terlupakan. Padahal lansia itu butuh perhatian khusus untuk menghadapi hari esok yang sangat pen­ting. “Jangan sampai, selama ini dia bagus namun setelah jadi lansia mereka gagal menghadapi hari yang sebenarnya. “Jika diteliti lebih jauh, maka akan ditemukan fakta betapa banyak lansia yang perlu perhatian kita bersama. Jika diharapkan kepada permerintah semata, hanya mampu menampung sekitar 150 lansia di dua panti werdha, yakni di Sicincin dan Batusangkar. Juga ada beberapa panti milik masyarakat yang juga daya tampungnya terbatasm,” ungkap Syaifullah.

Baca Juga  SK Kemunduran Wabup Pessel Rudi Hariyansyah, DPRD Pessel belum dari Mendagri

Kata Syaifullah , kita berharap OPD-OPD di pemerintahan baik provinsi, kabupaten dan kota dan swasta memberikan porsi cukup kepada lansia ini. Sehingga banyak kegiatan yang ramah lansia, termasuk membangun gedung atau fasilitas yang ramah lansia.

Begitu juga dengan mitigasi bencana, ada perhatian terhadap keselamatan mereka. Jika perlu kita gagas ada semacam se­kolah lansia atau pesantren lansia. Di sana akan terperhatikan keagamaan mereka. Lansia juga nantinya dibekali dengan keterampilan yang membuat mereka merasa masih berharga, masih diperlukan. “Kita banyak melihat, para lansia umumnya paibo hati. Oleh karena itu perlu upaya membuat mereka bahagia di hari tuanyam,” tuturnya. (ped)